
BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada sektor prtambangan. Meskipun tidak ada larangan, namun sektor tersebut bersifat sementara dan tidak bisa dijadikan tumpuan jangka panjang.
“Saya sering sampaikan, perusahaan itu ada masanya. Ketika kontraknya habis, banyak yang bingung harus bekerja apa,” ujar Bupati Sri.
Ia menilai, masih banyak warga Berau yang memiliki pola pikir untuk mencari pekerjaan di perusahaan, padahal Kabupaten Berau kaya akan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan secara mandiri.
“Padahal sumber daya alam kita sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan optimal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti realita sosial ekonomi di Berau, di mana sebagian besar warga yang berhasil secara ekonomi justru merupakan pendatang. Disebutnya, sekitar 30 persen dari pendatang adalah orang Jawa, 30 persen Bugis, dan sisanya adalah warga lokal serta campuran.
“Ini membuktikan bahwa siapa pun bisa sukses di Berau, asal mau berusaha dan tidak hanya mengandalkan pekerjaan formal,” katanya.
Bupati berharap, warga Berau lebih termotivasi untuk menggali potensi yang ada di sekitarnya, termasuk sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, akses permodalan, hingga pembukaan pasar bagi produk-produk lokal.
“Kita ingin masyarakat Berau bisa mandiri secara ekonomi dan tidak rentan ketika menghadapi dinamika sektor industri,” tutupnya. (adv/srn/set)


