JAKARTA — Perum Bulog telah menyalurkan hampir 1,9 juta kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama masa pemulihan bencana.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bantuan tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak.
“Perum Bulog terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur melalui percepatan penyaluran bantuan pangan,” kata Rizal di Jakarta, Senin (14/9).
Rizal menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini bersama jajaran di Ruang Supply Chain Command Tower (SCCT), yang menjadi pusat komando dan pengendalian Bulog dalam penanganan pangan bagi korban gempa NTT.
Hingga 13 September 2026, Bulog telah menyalurkan lebih dari 1,7 juta kilogram CBP untuk penanganan bencana alam di NTT. Selain itu, lebih dari 100 ribu kilogram beras dari CPPD juga telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.
“Sehingga total bantuan beras yang telah disalurkan hampir 1,9 juta kilogram,” ujar Rizal.
Selain bantuan beras, Bulog juga telah merealisasikan penyaluran 7.000 liter minyak goreng bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, serta Kota Kupang.
Bulog mencatat penyaluran CBP untuk penanganan bencana alam di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat telah mencapai 100 persen.
Sementara itu, realisasi penyaluran di Kabupaten Ngada telah mencapai 77,52 persen.
Bulog terus mempercepat penyaluran di wilayah yang belum sepenuhnya terealisasi sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap memadai untuk memenuhi kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat.
Rizal mengatakan Bulog tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga memperkuat stok beras untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan di NTT.
Saat ini, stok beras di Kanwil Bulog NTT mencapai 26,336 juta kilogram. Untuk memperkuat pasokan, Bulog akan mendatangkan tambahan sekitar 67,466 juta kilogram dari sejumlah wilayah, yakni Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, serta Nusa Tenggara Barat.
Dengan tambahan tersebut, stok beras Bulog di NTT diproyeksikan mencapai sekitar 93,782 juta kilogram.
“Dengan penguatan tersebut, stok ke depan diproyeksikan mencapai sekitar 93,782 juta kilogram,” jelas Rizal.
Menurut dia, stok yang kuat menjadi fondasi penting bagi Bulog untuk merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat, baik dalam situasi bencana maupun dalam pelaksanaan berbagai program pangan pemerintah.
Rizal memastikan Bulog akan terus menjalankan penugasan pemerintah, termasuk melanjutkan penyaluran bantuan pangan ke seluruh wilayah Provinsi NTT setelah distribusi CBP bencana alam dan CPPD.
“Bulog siap menjalankan setiap penugasan pemerintah. Setelah penyaluran CBP bencana alam dan CPPD, kami juga akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan ke seluruh wilayah Provinsi NTT,” katanya.
Ia menegaskan bantuan akan diupayakan tersalurkan dengan jumlah, kualitas, dan waktu yang sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan pangan secara tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu,” tambahnya.
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengapresiasi respons Bulog dalam mendukung penanganan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
“Dalam kondisi bencana, kecepatan respons dan kesiapan stok menjadi sangat penting. Di saat yang sama, Bulog juga harus terus menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah tetap terpenuhi,” ujar Anggia. (ANT/KN)



