Senin, Februari 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BPJS Kesehatan Klaim Biaya Covid-19 Capai Rp 3 Miliar

KORANUSANTARA – Covid 19 kembali mewabah di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengibau warga untuk kembali menerapkan protokol Kesehatan seiring meningkatnya jumlah kasus harian.

Sayangnya, dicabutnya status pandemi membuat pemerintah tidak lagi memberi tanggungan. BPJS Kesehatan yang kini menanggung biaya pengobatan peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) yang terpapar Covid-19.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Ali Mukti menyatakan, selama tiga bulan terakhir, biaya yang dikeluarkan untuk menanggung pengobatan pasien Covid-19 mencapai Rp 3 miliar. ”Sudah ada peningkatan klaim selama beberapa waktu. Kurang lebih Rp 3 miliar,” tutur Ghufron.

Meski demikian, dia menegaskan, BPJS Kesehatan tetap siap membiayai pengobatan peserta JKN yang terpapar Covid-19. Namun, bergantung diagnosis di fasilitas kesehatan. Dia menyebut sudah ada tarif untuk rawat jalan. ”Untuk rawat inap bergantung diagnosisnya, dirawat karena Covid-19 atau penyakit lain,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kondisi Covid-19 di Indonesia sudah turun dari pandemi menjadi endemi. Konsekuensinya, proses klaim sama dengan penyakit lain yang ditanggung BPJS Kesehatan. Yakni, sesuai dengan diagnosis yang ditegaskan.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Achmad Farchanny menjelaskan, mulai awal November sudah ada peningkatan jumlah pasien Covid-19. ”Kasusnya meningkat tajam pada awal Desember,” ucapnya. Padahal, pada Juni hingga Agustus, kasus Covid-19 di tanah air masih cukup landai. Meski begitu, Achmad menyebutkan, kenaikan kasus pada akhir tahun ini masih kecil jika dibandingkan 2022.

Lebih lanjut, dia menegaskan, varian EG 5 menjadi varian dominan saat ini. Berbagai negara juga melaporkan adanya varian ini. ”Varian EG 5 ini yang dugaan kami menjadi penyebab kenaikan kasus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan, belum ada peningkatan signifikan terhadap jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. ”Tidak ada rumah sakit yang melaporkan tempat tidurnya penuh,” ujarnya. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular