Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berpulangnya Prof Zamruddin

Catatan Rizal Effendi

SIVITAS AKADEMIKA Universitas Mulawarman (Unmul) lagi berduka. Salah seorang guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meninggal dunia. Dia adalah Prof Dr H Zamruddin Hasid, SE, SU bin H Muhammad Karim. Pernah mengemban jabatan rektor Unmul masa bakti 2010-2014.

Zamruddin meninggal dunia, Senin (8/7) pukul 20.00 Wita, ba’da Isya ketika menjalani perawatan di ruang Sakura RS A Wahab Sjahranie Samarinda. “Telah berpulang ayahanda kami Prof Zamruddin Hasid. Mohon maaf jika ada salah dari beliau,” kata pesan singkat dari anak-anaknya.

Rektor Unmul sekarang Prof Abdunnur juga merilis kabar duka yang sama. “Innalillahiwaina’ilaihirojiun. Rektor dan civitas akademika Universitas Mulawarman menyampaikan duka cita mendalam  atas berpulangnya ayahda Prof Dr H Zamruddin Hasid (Rektor Unmul periode 2010-2014). Insyaallah almarhum husnul khotimah. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan. Aamiin YRA,” begitu yang disampaikan Rektor.

Abdunnur juga menyebut Almarhum semasa hidupnya sebagai pribadi yang layak diteladani. Penampilannya tenang dan ramah. Ketika menjadi rektor, dia menerapkan kepemimpinan yang sejuk dan teduh, jarang menampilkan kemarahan. Sosoknya khas, selalu tampil berkopiah.

                                               Penampilan Prof Zamruddin yang selalu berkopiah.
                                     Prof Zamruddin memberi penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.

Berkat motivasi dan dorongan Prof Zamruddin, Abdunnur berhasil memperoleh kenaikan pangkat fungsional dosen ke lektor kepala. Dengan status itu, dia memenuhi syarat dan terpilih menjadi dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) periode 2012-2016.

Prof Zamruddin kakak kelas saya. Dia memang sangat bersahaja, tekun dan pejuang kehidupan. Saya masih ingat pada tahun 80-an lalu. Sambil kuliah beliau membuka usaha jahitan di samping ruang senat mahasiswa Fakultas Ekonomi, ketika kampus pusatnya masih di Jl Flores.

Program S1 ditempuh Zamruddin di Fakultas Ekonomi Unmul tahun 1981. Lalu lanjut menyelesaikan program S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sedang program S3 dia tempuh kembali di Unmul. Dan gelar doktornya dia raih pada tahun 2011, sebelum dikukuhkan sebagai guru besar.

Pertemuan terakhir saya ketika berlangsung acara halalbihalal Idulfitri yang dilaksanakan Unmul, 16 April lalu. Saya menyapa Prof Zamruddin. Dia kaget melihat saya. “Eh, Pak Rizal jauh-jauh datang dari Balikpapan. Apa kabar? Semoga baik-baik saja,” katanya dengan tersenyum.

Saya tidak bisa datang melayat dan mengantar jenazahnya ke pemakaman. Kebetulan di Balikpapan saya juga melayat tokoh tenis wanita, Ibu Any Joko yang meninggal dunia ketika bermain tenis di Stadium Tennis Indoor.

Ketua Harian IKA FEB Unmul Apri Gunawan dan teman-teman yang datang ke rumah duka. “Kami dari Ikatan Alumni (IKA) FEB Unmul menyatakan duka cita yang mendalam, semoga Almarhum husnul khotimah,” kata Apri.

Mantan gubernur Kaltim, Dr Isran Noor, yang juga ketua umum IKA Unmul selain mengirim karangan bunga juga menyampaikan pesan duka cita. Dia lagi berada di Jakarta.  “Kita kehilangan seorang profesor yang baik. Karena itu, keluarga besar IKA Unmul mendoakan beliau mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan,” kata Isran.

Pemakaman jenazah almarhum Prof Zamruddin Hasid dilakukan di pekuburan muslim, Jl A Wahab Sjahranie Samarinda, Selasa kemarin. Para pentakziah ramai berdatangan ke rumah duka, di kompleks P&K, Jl Pramuka, Gang Gemini No 118.

Meski berdarah Bugis, Prof Zamruddin dilahirkan di Kendari, Sulawesi Tenggara,  10 April 1955. Akhir usianya 69 tahun. Dia meninggalkan seorang istri, Hj Siti Umi Hanik dengan 4  anak dan 10 cucu. Keempat anaknya bernama Mardliya Pratiwi Zamruddin, Sabda Arief Zamruddin, Nur Masyitah Zamruddin dan Nur Hikmah Zamruddin.

Andi Burhanuddin, teman seangkatan saya kirim ucapan duka cita dari Makasaar. Dia juga sahabat  Almarhum. “Selamat jalan sahabatku. Semoga lapang jalan menemui penciptamu.  Sedih sekali, sahabat karibku mendahului. Semoga diampuni dosa dan khilaf dan diterima semua amalannya,” kata Andi, yang juga dikenal sebagai penulis sastra dan pensiunan staf Bank Indonesia.

TRANSFORMASI EKONOMI

Prof Zamruddin memiliki jam terbang sangat tinggi sebagai pengajar.  Dia juga banyak membuat tulisan ilmiah dan menjadi pembicara dalam berbagai pertemuan di daerah dan nasional berkaitan masalah ekonomi.

Dia juga sering menjadi promotor bagi mahasiswa S3. Di antaranya ketika Bupati  Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh mengikuti ujian terbuka promosi doktor Ilmu Ekonomi FEB Unmul, 1 Juli 2024 lalu. Belawan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

Ketika Prof Zamruddin Hasid menjadi rektor Unmul, saya masih memangku jabatan wakil wali Kota Balikpapan. Wali kotanya adalah Pak Imdaad Hamid, juga alumnus FEB Unmul. Baru tahun 2011 saya menjadi wali kota periode pertama.

                                                    Karangan bunga dukacita dari IKA FEB Unmul.

Salah satu pandangan yang menarik dari Prof Zamruddin adalah soal struktur ekonomi Kaltim yang perlu dilakukan perubahan. Menurut dia, sudah saatnya melakukan transformasi menuju ekonomi pascamigas dan batu bara ke sektor lain di antaranya pariwisata guna meraih struktur ekonomi yang berkelanjutan.

Itu dikemukakannya  lebih 11 tahun silam ketika dia menjadi pembicara pada Seminar Nasional dan Kuliah Umum bertemakan “Tranformasi Ekonomi Melalui Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata di Kalimantan Timur.”

Menurut Prof Zamruddin, peran sektor pariwisata juga bisa menggantikan eksploitasi  yang berlebihan pada sumber daya alam (SDA), yang sampai sekarang masih terus diambil. “Pemikiran akademisi meminta Kaltim tidak hanya mengandalkan sektor migas dan tambang saja,” ucapnya waktu itu.

Pada masa Prof Masjaya sebagai rektor Unmul, ada tujuh gedung di lingkungan Unmul diberi nama menggunakan nama-nama rektor. Di antaranya gedung Business Center FEB, yang diberi nama Gedung Prof Dr H Zamruddin Hasid, SE, SU. Dari sini kita selalu mengenang dia. Orang yang berilmu dan sangat agamis. Selamat jalan, Prof. Kita semua yakin Allah Swt pasti membukakan pintu surga bagi hamba-Nya yang berpulang dengan husnul khotimah. Aamiin. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular