Benih Padi Ditebar Langsung ke Danau Semayang, 15 Hari Kemudian Mulai Tumbuh

TENGGARONG – Benih padi ditebar langsung ke dalam air Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara. Cara yang tidak biasa itu sempat menjadi perbincangan setelah video Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ikut menebar benih beredar di media sosial.

Namun penanaman tersebut bukan sekadar melempar benih ke air. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar menyebut metode itu sebagai Tabela Dar atau Tanam Benih Langsung dalam Air, pola yang memanfaatkan karakter Danau Semayang ketika air berangsur surut.

Aulia menyebut fenomena tersebut sebagai keunikan pertanian di Kutai Kartanegara. “Ini mukjizat sejujurnya. Etam menabur benih di atas air, tapi bisa tumbuh padi,” kata Aulia.

Pemkab Kukar menyalurkan sekitar satu ton benih padi untuk mendukung penanaman di kawasan Danau Semayang. Program tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam sekitar 100 hektare sekaligus menambah produksi pangan di tengah kemarau.

Aulia mengatakan kondisi Danau Semayang memang berbeda dengan lahan persawahan biasa. Sebagian kawasan menyusut saat kemarau, sementara jalur perairan tertentu tetap menyimpan air.

“Danau Semayang ini menurut informasinya tidak pernah kering. Jadi akses transportasi untuk menuju ke Melintang, ke Kota Bangun, sekemarau apa pun itu masih tetap bisa dilewati oleh ces-ces. Jadi ya luar biasa, miracle di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

TABELA DAR, BENIH BERNAS TENGGELAM

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar Muhammad Farid menjelaskan Tabela Dar bukan metode baru.

Pola serupa pernah dilakukan masyarakat di kawasan Danau Semayang dan juga dikenal di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Prinsipnya memanfaatkan pergerakan muka air danau saat kemarau. Benih berkualitas atau bernas yang ditebar ke air akan tenggelam dan mengendap di dasar. Benih kosong cenderung mengapung. Ketika muka air terus menyusut, benih yang berada di dasar mendapatkan kesempatan tumbuh pada tanah yang masih basah.

READ  KKSS Didorong Aktif Bangun Kolaborasi Sosial di Penajam Paser Utara

“Dulu pernah dilakukan di daerah Banjar. Namanya Tabela Dar, tanam benih langsung dalam air. Itu sudah pernah dicoba dan tumbuh,” kata Farid.

Varietas yang digunakan dalam program pemerintah adalah Inpari 32. Distanak memilih varietas tersebut karena dinilai cukup tahan terhadap penyakit dengan umur panen sekitar 110 hari.

Plt Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani memberikan penjelasan lebih rinci. Menurut dia, benih yang tenggelam akan tetap berada di dasar sementara muka air berangsur turun.

“Jadi, saat air danau surut habis dalam beberapa hari ke depan, benih yang mengendap itu akan langsung tumbuh,” kata Rifani.

Menebar benih ketika permukaan masih berair juga mempunyai keuntungan lain. Benih relatif terlindungi dari burung dan sejumlah hama darat pada fase awal.

Distanak Kukar memastikan benih yang ditebar sudah menunjukkan pertumbuhan awal pada pemantauan Rabu (9/9/2026).

Penanaman padi di kawasan tersebut sebenarnya sudah dilakukan masyarakat sebelum bantuan pemerintah datang.

Rifani mengatakan penanaman padi di Danau Semayang sudah lebih dulu dilakukan masyarakat secara mandiri. Pemerintah kemudian masuk dengan bantuan benih untuk memperluas areal tanam.

Tradisi menanam padi saat Danau Semayang surut bukan hal baru. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar Muhammad Farid menyebut pola serupa pernah dilakukan masyarakat pada 1996 dan kembali pada 2015.

Penanaman pada 2015 berhasil sampai panen. Dasar danau yang terbuka saat kemarau juga memiliki tanah yang subur. Menurut Rifani, endapan dan unsur hara yang tersimpan di dasar danau membuat tanaman dapat tumbuh dengan kebutuhan pupuk yang relatif rendah.

KEJAR PANEN SEBELUM AIR NAIK

Pemkab Kukar memanfaatkan masa surut Danau Semayang untuk mengejar satu musim tanam sebelum muka air kembali naik.

READ  Hari Guru Nasional: Momentum Memperjuangkan Kesejahteraan dan Mutu Guru di Era Digital

Aulia mengatakan perhitungan waktu menjadi penting karena penanaman dilakukan mengikuti siklus air danau.

“Nah hitung-hitungan kita selama tiga bulan itu cukup untuk panen, baru air akan naik kembali,” kata Aulia.

Varietas Inpari 32 yang digunakan memiliki umur panen sekitar 110 hari. Karena itu, perkembangan muka air Danau Semayang akan menentukan keberhasilan tanaman sampai memasuki masa panen.

Pemanfaatan lahan saat danau surut juga menjadi sumber penghasilan alternatif masyarakat ketika aktivitas perikanan berkurang selama kemarau.

Aulia berharap produksi padi dari kawasan Danau Semayang ikut memperkuat pasokan pangan Kukar di tengah kemarau panjang.

“Kita optimalkan potensi untuk kedaulatan pangan di balik kemarau panjang ini, demi masa depan yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Danau Semayang tidak mengering seluruhnya ketika kemarau. Air masih bertahan di alur dan bagian danau yang lebih dalam, sementara kawasan dangkal berangsur terbuka ketika muka air turun.

Kondisi tersebut juga menjaga jalur transportasi air menuju Danau Melintang dan Kota Bangun tetap dapat dilalui.

“Danau Semayang ini menurut informasinya tidak pernah kering. Jadi akses transportasi untuk menuju ke Melintang, ke Kota Bangun, sekemarau apa pun itu masih tetap bisa dilewati oleh ces-ces,” kata Aulia.

Siklus naik-turunnya air memang menjadi karakter Danau Semayang sebagai bagian dari sistem lahan basah Mahakam Tengah. Saat kemarau, air terkonsentrasi pada alur dan cekungan, sementara bagian dangkal dapat terbuka dan dimanfaatkan masyarakat secara musiman. (MK)

Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img