SOLOK— Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9) malam, menyebabkan enam orang terdampak, dua di antaranya masih dalam pencarian, serta merusak sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap bencana mulai Selasa (22/9). Status itu diberlakukan untuk mempercepat evakuasi, pencarian warga, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” katanya di Solok, Selasa.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.53 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Dalam penanganan di lapangan, Bupati Solok meninjau sejumlah lokasi terdampak bersama Wakil Bupati Solok H. Candra, Pj Sekda Masheri Yanda Boy, jajaran DPRD, BPBD, kepala organisasi perangkat daerah, perangkat nagari, serta unsur terkait lainnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy juga turut meninjau kondisi wilayah yang terdampak dan penanganan bencana.
Data sementara Pemkab Solok mencatat enam orang terdampak banjir bandang. Dua orang masih dalam pencarian, yakni AG (59) dan DA (21).
Sementara itu, empat warga lainnya telah mendapat penanganan medis. ML (54), AS (66), dan YN (45) dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan MN (57) mendapat perawatan di SPH Padang.
Tim gabungan bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan penanganan di lokasi, termasuk proses pencarian dan evakuasi.
Banjir bandang juga berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan di kawasan Arosuka.
Dari sekitar 11 dinas yang terdampak, kerusakan cukup berat dilaporkan terjadi pada sejumlah kantor, antara lain DPMN, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah, dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.
Pemkab Solok telah mendirikan tenda pengungsian dan posko bencana di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok serta di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok.
Posko tersebut digunakan sebagai pusat informasi sekaligus tempat penanganan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana.
Jon Firman Pandu meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama dalam penanganan bencana, terutama untuk membantu evakuasi, mendata kerusakan dan kebutuhan warga, serta memulihkan akses dan fasilitas umum yang terdampak.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana susulan.
Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan menjauh dari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi,” katanya.
Hingga Selasa, Pemkab Solok bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, pencarian warga yang belum ditemukan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. (ANT/KN)



