Selasa, Juli 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ASN Diwanti-wanti Tidak Gunakan Mobil Dinas saat Liburan

KORANUSANTARA – Momen Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru) biasanya dimanfaatkan untuk bepergian. Tidak terkecuali bagi aparatur sipil negara (ASN). Hanya, pemerintah melalui  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Men PAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, ASN dilarang menggunakan mobil dinas saat liburan nantinya. Bagi ASN yang melanggar, akan ada sanksinya.

’’Jangan pakai kendaraan dinas! Itu otomatis (tidak boleh, Red),’’ ujar Abdullah Azwar Anas seusai acara ASN Culture Fest 2023 di Jakarta, Kamis, 14 Desember 2023.

Penyalahgunaan kendaraan milik pemerintah untuk keperluan pribadi memang kerap dilakukan ASN. Karena itu, pejabat pembina kepegawaian (PPK) diminta mengawasi. Bagi yang melanggar akan dijatuhi hukuman disiplin sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 94/2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan PP 40/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aturan itu juga diterapkan di momen libur Lebaran sebelumnya.

Selain itu, PPK diminta memastikan pelayanan publik di tempatnya tetap maksimal saat Nataru. Anas meminta ada mitigasi pelayanan publik jika ada pegawai yang cuti.

Menurut Anas, dalam rapat Nataru bersama Menko PMK Muhadjir Effendy dan kementerian/lembaga terkait, tahun ini diputuskan tidak ada libur nasional baru. Namun, ASN diizinkan mengambil cuti.

’’Pimpinan boleh mengizinkan ASN untuk cuti di Natal dan tahun baru, terutama bagi mereka yang merayakan, teman-teman Nasrani, ini boleh. Tapi, harapan kami, nanti bisa dorong pelayanan publik tetap jalan,’’ tegasnya.

Pemberian cuti harus mempertimbangkan beban kerja, sifat dan karakteristik tugas, serta jumlah pegawai tiap instansi pemerintah. ’’Mungkin untuk teman-teman yang tidak cuti bisa dioptimalkan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Jasa Marga mempersiapkan petugas dan armada untuk Nataru. Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti menuturkan, sesuai survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, diprediksi ada peningkatan mobilitas dengan kendaraan pribadi sebanyak 143 persen atau 44 juta mobil. ’’Peningkatan ini harus diantisipasi dengan optimalisasi layanan,’’ jelasnya.

Peningkatan pelayanan itu akan dilakukan di gerbang tol, rest area, layanan preservasi, optimalisasi teknologi, dan pengoperasian fungsional sejumlah ruas jalan tol. ’’Kita harus menjamin kelancaran lalu lintas di jalan tol,’’ terangnya.

Jasa Marga menyiagakan 476 armada operasional di seluruh jalan tol. Terdiri atas 166 kendaraan derek, 119 kendaraan mobile customer service, 53 ambulans, 38 kendaraan rescue, dan 100 mobil patroli jalan raya (PJR). ’’Dilengkapi juga dengan 1.977 CCTV, 204 dynamic message sign, 26 speed camera, dan 7 weight in motion,’’ jelasnya. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular