Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ASEAN Prioritaskan Kebutuhan Beras Anggota

KORANUSANTARA – Negara-negara anggota ASEAN telah mencapai kesepakatan. Mereka bakal memprioritaskan anggotanya untuk mengatasi kekurangan pasokan beras serta masalah pangan lainnya. Kesepakatan itu tercapai pada Pertemuan Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN (AMAF) Ke-45 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2–6 Oktober 2023.

”Kolaborasi ASEAN artinya jika kita menghadapi permasalahan beras, negara-negara ASEAN (yang menjadi penghasil beras, Red) akan mengutamakan anggota ASEAN terlebih dahulu,” ujar Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia Mohamad Sabu seperti dikutip Channel News Asia Sabtu (7/10).

Dalam hal penjualan atau perdagangan global, negara-negara ASEAN akan mendapat prioritas dari anggota penghasil beras. Mohamad Sabu menambahkan, yang dibahas dalam AMAF bukan hanya soal beras. Tapi juga semua masalah ketahanan pangan.

Pertemuan AMAF tersebut memang bertujuan untuk memperkuat posisi ASEAN sebagai lumbung pangan dunia. Selain itu, mendorong kerja sama yang lebih erat antarnegara anggota untuk menjaga ketahanan pangan di kawasan ASEAN. Negara-negara anggota ASEAN terdiri atas Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Adapun Timor Leste menjadi negara pengamat.

Sejauh ini Vietnam, Kamboja, dan Thailand merupakan penghasil beras dan eksportir utama di ASEAN. Tiga negara tersebut menyatakan bakal mempertimbangkan permintaan baru untuk menambah kuota beras yang diekspor ke negara anggota lainnya.

Malaysia misalnya. Negeri jiran itu mengimpor sekitar 38 persen dari kebutuhan berasnya. Tingginya ketergantungan impor beras tersebut belakangan membuat Malaysia kelimpungan. Yakni ketika India dan beberapa negara penghasil beras lainnya mulai memangkas ekspor untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri mereka sendiri.

Di sela-sela pertemuan AMAF, Mohamad Sabu juga menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam Nguyen Quoc Tri. Dari hasil pertemuan tersebut, Vietnam menyatakan bersedia untuk terus mengekspor beras ke Malaysia. ”Mereka siap terus mengekspor beras ke Malaysia sesuai harga negosiasi. Itu berarti harga wajar di Malaysia jika kita perlu meningkatkan impor beras dari Vietnam,” ujarnya seperti dikutip The Edge.

Kesepakatan serupa tercapai dengan Thailand. Bangkok akan menyuplai beras dan ayam ke Malaysia sesuai kemampuan dan ketersediaan di dalam negeri. Mohamad Sabu menjelaskan, pihaknya bisa saja mencari pasokan ke Brasil. Namun, pengirimannya bakal membutuhkan waktu. Hal itu berbeda jika yang memasok adalah Thailand atau negara ASEAN lainnya. Beras, ayam, dan kebutuhan pangan lainnya bisa didapat dalam waktu kurang dari sepekan.

Sementara itu, Sekjen ASEAN Dr Kao Kim Hourn berpandangan, kerja sama ASEAN dengan negara lain seperti Tiongkok dan India perlu ditingkatkan dalam menghadapi masalah ketahanan pangan. Aljazeera mengungkap, India mendominasi ekspor beras selama satu dekade terakhir. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya harga lokal dan tingginya stok beras dalam negeri yang memungkinkan India menawarkan beras dengan harga diskon.

Namun, pada 20 Juli lalu, India tiba-tiba mengumumkan bahwa mereka akan segera menghentikan ekspor beras putih nonbasmati. Kebijakan itu turut memperburuk situasi ketahanan pangan global. Tingginya harga beras kemungkinan besar tidak akan mereda dalam waktu dekat. Organisasi Pangan dan Agrikultur (FAO) PBB telah menyatakan, kemungkinan pemulihan perdagangan beras pada tahun depan akan memerlukan pencabutan pembatasan ekspor India. (*) 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular