Antrean Ketapang-Gilimanuk Capai 3 Km, Dua Kapal ASDP Dikerahkan

JAKARTA — Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai sekitar 3 kilometer pada Minggu pagi. Untuk mengurai kepadatan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan dua kapal, yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, guna memperkuat kapasitas layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran konektivitas Jawa-Bali.

“ASDP terus melakukan langkah operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk,” kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).

Berdasarkan pemantauan pada sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Ketapang mencapai sekitar 3 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Terminal Sri Tanjung.

Sementara di sisi Gilimanuk, Bali, antrean tercatat sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.

Heru mengatakan kepadatan tersebut berdampak langsung terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Karena itu, ASDP melakukan berbagai langkah mitigasi secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, dan aspek keselamatan pelayaran.

“Karena itu, kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya menambah kapasitas layanan, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9).

Setibanya di Tanjung Wangi, KMP Jatra I akan memperkuat layanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sementara itu, KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar melalui Pelabuhan Gili Mas. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pihaknya bersama regulator, termasuk KSOP dan BPTD, terus mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari dengan pola operasi hingga delapan trip.

READ  Sopir Mengantuk, Truk Muat Pasir Terguling di Gatot Subroto Tebet

“Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan,” kata Media.

Tingginya kepadatan terjadi di tengah pergerakan pengguna jasa yang cukup besar pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 36.218 kendaraan dan 7.197 penumpang telah diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang.

Dari sisi Gilimanuk, tercatat 33.810 kendaraan dan 4.213 penumpang berhasil diseberangkan dalam periode yang sama.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengatur arus kendaraan yang menuju maupun keluar dari pelabuhan agar pergerakan tetap berlangsung tertib dan aman.

Perusahaan mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan.

Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas serta menjaga ketertiban selama berada di area pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan.

Melalui penguatan armada, optimalisasi pola operasi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga kelancaran penyeberangan sekaligus memastikan konektivitas Jawa-Bali tetap berjalan maksimal. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img