BONTANG – Pengunjung yang hanya mengantar atau menjemput pasien di RSUD Taman Husada Bontang berpeluang dibebaskan dari biaya parkir. Manajemen rumah sakit tengah mengkaji pemberian waktu gratis sekitar 10–15 menit untuk kendaraan yang sekadar menurunkan penumpang, termasuk pengemudi ojek online (ojol). Namun, skema tersebut belum diputuskan dan masih menjadi bagian dari persiapan penerapan sistem parkir berbayar.
Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Muhammad Hatta, mengatakan pihaknya masih membahas mekanisme untuk membedakan kendaraan yang benar-benar parkir dengan kendaraan yang hanya singgah sebentar.
Menurutnya, pengaturan tersebut diperlukan karena tidak semua kendaraan yang masuk ke lingkungan rumah sakit bertujuan untuk parkir dalam waktu lama.
Sebagian pengunjung hanya mengantar pasien, menjemput anggota keluarga, atau menggunakan layanan transportasi daring untuk menuju rumah sakit.
“Kami belum mengatur secara resmi bagaimana proses untuk ojol dan pengunjung yang hanya nge-drop-off, dalam artian mereka tidak lama untuk menurunkan penumpang. Kami belum mengatur secara khusus bagaimana mekanismenya,” ujar Hatta, Selasa (27/10/2026).
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemberian batas waktu tertentu sebelum kendaraan dikenakan tarif parkir.
Dalam skema tersebut, kendaraan yang masuk dan keluar dalam waktu singkat berpotensi dibebaskan dari pembayaran.
Hatta mencontohkan batas waktu gratis dapat ditetapkan sekitar 10 hingga 15 menit. Kendaraan yang melebihi durasi tersebut baru dikenakan tarif sesuai ketentuan.
“Mungkin kalau nantinya sudah kami tetapkan dan kami atur, nantinya akan kami batasi. Misalkan mereka hanya mengantarkan dengan waktu diatas 10–15 menit baru berbayar. Tapi ketika di bawah itu bisa gratis,” jelasnya.
Meski demikian, Hatta menegaskan ketentuan tersebut masih sebatas opsi yang sedang dibahas dan belum menjadi keputusan resmi manajemen rumah sakit.
Pengaturan lebih lanjut diperlukan agar sistem parkir dapat mengakomodasi kebutuhan pengunjung tanpa mengganggu ketertiban kendaraan di lingkungan pelayanan kesehatan.
Terlebih, kendaraan yang masuk ke RSUD memiliki kepentingan berbeda, mulai dari pasien yang membutuhkan pemeriksaan, keluarga yang mengantar, hingga pengemudi ojol yang hanya menurunkan atau menjemput penumpang.
Sebelumnya, RSUD Taman Husada Bontang mulai melakukan simulasi penggunaan portal parkir otomatis pada Senin (26/10/2026).
Simulasi tersebut berlangsung selama lima hari sebagai bagian dari persiapan penerapan sistem parkir berbayar yang direncanakan mulai November 2026.
Selain memperkenalkan mekanisme keluar-masuk kendaraan, rumah sakit juga melakukan penataan lokasi parkir untuk memisahkan kendaraan pegawai dengan pasien dan pengunjung.
Langkah tersebut dilakukan menyusul keterbatasan kapasitas lahan parkir yang selama ini menyebabkan penumpukan kendaraan di sejumlah titik.
Dalam penerapannya, manajemen rumah sakit juga masih mempertimbangkan kemudahan akses kendaraan yang hanya melakukan aktivitas antar-jemput pasien.
Hatta mengatakan tarif parkir yang disiapkan belum menggunakan sistem progresif atau penghitungan biaya berdasarkan durasi kendaraan berada di lokasi.
Untuk sepeda motor, tarif yang disebutkan sebesar Rp2.000.
“Untuk tarifnya juga belum progresif, karena kami mengikuti persyaratan,” katanya.
Dengan demikian, batas waktu gratis untuk kendaraan drop-off maupun pengemudi ojol masih menunggu keputusan resmi RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S



