Sabtu, Mei 25, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Anies : Kekurangan Dokter Dapat Diatasi dengan Peningkatan Kompetensi

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan mengatakan permasalahan kekurangan dokter di Indonesia bisa diatasi dengan peningkatan kompetensi, baik dengan memberikan beasiswa pendidikan dokter maupun membawa profesional dari luar negeri untuk mendidik siswa kedokteran di Tanah Air.

Hal itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan sebanyak 31.481 dokter spesialis untuk melayani 277,43 juta penduduk pada 2023.

“Kami lihat pengembangan kompetensi baik dan bermanfaat. Tetapi pastikan sesuai data yang ada, supaya apa yang kita investasikan bisa menjawab kebutuhan,” ujar Anies dalam Debat Kelima Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 di Jakarta, Minggu (4/2/2024) malam.

Menurut Anies, harus dilihat isu yang menjadi urgensi terkait masalah kekurangan dokter di Indonesia. Permasalahan tersebut bisa dibicarakan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pasalnya, negara memang memiliki kewenangan. Namun, kata dia, pengetahuan dan situasi di lapangan lebih diketahui oleh pemangku kepentingan seperti asosiasi profesi, Kementerian Kesehatan, dinas di daerah, aktivis, hingga pengamat dan pakar.

Kemudian, barulah dilakukan pengumpulan data untuk mencari tahu kebutuhan dari diskusi dengan pemangku kepentingan agar tidak langsung bertindak dengan langkah yang belum tentu penting dan menjadi kebutuhan di lapangan.

Kendati demikian, Anies menyetujui pernyataan calon presiden nomor urut 2 bahwa peningkatan kompetensi bagi para dokter di Indonesia tetap diperlukan, sehingga jika diperlukan maka bisa diberikan beasiswa ke luar negeri kepada para dokter.

“Tapi bila dibalik, profesornya dibawa ke sini, institusinya dibawa ke sini juga tidak masalah karena dengan begitu proses belajar juga akan tetap terjadi,” katanya.

Dengan memperhatikan urgensi dan kebutuhan, ia menilai pengendalian masalah kekurangan dokter tidak hanya dilakukan dari aspek kuratif, namun juga dari aspek preventif.

Adapun yang dimaksud aspek kuratif tersebut, yakni soft infrastructure (tenaga medis) dan hard infrastructure (rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain). Sementara aspek preventif, yaitu efek dari pola hidup tidak sehat.

“Jadi tidak hanya mencegah tapi mengobati,” tutur Anies.

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan strategi kesehatan pasangan Prabowo-Gibran untuk meningkatkan angka harapan hidup, yaitu memenuhi jumlah dokter dan menyediakan makanan bergizi gratis untuk para pelajar dan ibu-ibu hamil.

Prabowo berjanji akan memperbanyak fakultas kedokteran di Indonesia untuk mempercepat penyelesaian masalah kekurangan dokter.

“Kita kekurangan sekitar 140.000 dokter dan itu akan segera kita atasi dengan cara menambah fakultas kedokteran di Indonesia dari yang sekarang 92, kita akan bangun 300 fakultas kedokteran,” ujar Prabowo.

Selain membangun 300 fakultas kedokteran, Menteri Pertahanan itu juga menyebut akan mengirim 10.000 anak-anak SMA yang berprestasi untuk belajar kedokteran dan 10.000 lainnya mempelajari bidang sains, teknologi, rekayasa, matematika (STEM) serta kimia, biologi, dan fisika.

KPU RI telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Selepas debat pertama Pilpres 2024 pada 12 Desember 2023, debat kedua 22 Desember 2023, debat ketiga 7 Januari 2024, dan debat keempat pada 21 Januari 2024, KPU menggelar debat kelima di Balai Sidang Jakarta.

Debat pemungkas Pilpres 2024 sekaligus menjadi debat ketiga yang mempertemukan para capres dan KPU menyelenggarakannya dengan tema meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi. (Ant/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular