Kamis, Februari 29, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Anggaran Terbatas, Pemerintah Tunda Beli Jet Tempur

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menunda rencana pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 yang sebelumnya digunakan oleh Qatar. Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan batalnya pembelian pesawat itu karena keterbatasan kapasitas anggaran.

“Keterbatasan kapasitas fiskal kita, untuk mengisi kekosongan sementara menunggu Rafale Dassault yang sudah dipesan maka dilakukan retrofit terhadap pesawat2 F16, Sukhoi kita,” kata Dahnil kepada kumparan, Kamis (4/1/2024).

Batalnya pembelian pesawat tempur itu diputuskan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Keuangan. Indonesia sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan unit perusahaan pertahanan Ceko Czechoslovak Group untuk membeli 12 jet tempur Mirage 2000-5 pada Januari 2023 senilai 733 juta euro atau setara USD 801,68 juta.

Jet bekas akan dikirim dalam waktu 24 bulan setelah kesepakatan ditandatangani. Pesawat tersebut digunakan seiring Indonesia menunggu kedatangan sebagian dari 42 jet tempur Rafale. Pemerintah membeli pesawat tersebut pada 2022 senilai USD 8,1 miliar.

Rencana pembelian pesawat Mirage dikritik sejumlah anggota parlemen karena jet tersebut dianggap sudah tua. Keputusan penundaan tersebut diambil meskipun Presiden Jokowi menyetujui peningkatan belanja pertahanan sebesar 20 persen hingga akhir tahun 2024 untuk meningkatkan perangkat militer menjadi USD 25 miliar.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga menjadi Calon Presiden di Pemilu 2024 telah mengawasi kinerja militer untuk memodernisasi armada yang sudah tua, mencakup pembelian 12 drone baru dari Turkish Aerospace, serta helikopter angkut dari perusahaan AS Boeing (BA.N) dan Lockheed Martin (LMT.N). Terkait kabar tersebut, media ini sempat meminta konfirmasi , namun Dahnil belum menjawab hingga berita ini tayang.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapatkan anggaran jumbo senilai Rp 70,9 triliun dari pemerintah sepanjang tahun 2023. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, Selasa (2/1).

“Kemenhan membelanjakan Rp 70,9 triliun atau naik 36 persen secara tahunan atau year on year (yoy), untuk alutsista, sarana dan prasarana dari alat angkut kapal perang, angkutan laut kendaraan tempur rudal pesawat udara dan kapal selam ini belanja modal dari Kemenhan,” kata Sri Mulyani.

Adapun total anggaran belanja modal di tahun 2023 sebesar Rp 307,3 triliun. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan anggaran jumbo kepada Kementerian PUPR senilai Rp 103,6 triliun. (Kum/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular