TULUNGAGUNG — Jenazah Yuli Purwanto, warga Desa Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang menjadi korban insiden KMP Virgo 8, akhirnya tiba di rumah duka pada Selasa (29/9). Ahli waris korban juga menerima santunan kematian senilai total Rp70 juta dari PT Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera.
Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Tulungagung Ahmad Arif Budiman mengatakan santunan tersebut diserahkan langsung kepada istri almarhum selaku ahli waris yang sah saat jenazah tiba di rumah duka.
“Total santunan yang kami berikan senilai Rp70 juta dan langsung kami serahkan kepada ahli waris sah, yakni istri korban,” kata Ahmad di Tulungagung, Selasa (29/9/2026).
Santunan tersebut terdiri atas Rp50 juta dari Jasa Raharja dan Rp20 juta dari Jasa Raharja Putera.
Penyerahan santunan dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan kepada keluarga setelah Yuli Purwanto dinyatakan meninggal dunia dalam insiden KMP Virgo 8.
Ahmad turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi kehilangan tersebut.
“Kami berharap semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Yuli Purwanto sebelumnya dilaporkan hilang setelah KMP Virgo 8 mengalami insiden di perairan Laut Jawa.
Korban diketahui bekerja sebagai sopir truk yang membawa muatan untuk dikirim ke wilayah Kalimantan.
Setelah melalui proses pencarian dan identifikasi, jenazah Yuli berhasil dikenali pada Senin (28/9) malam.
Proses identifikasi dilakukan sebelum jenazah dipulangkan ke daerah asalnya di Tulungagung.
Jenazah kemudian diberangkatkan dari Kalimantan menuju rumah duka di Desa Besuki, Kecamatan Besuki.
Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung disambut oleh keluarga.
Kepulangan jenazah tersebut menandai berakhirnya proses pencarian terhadap Yuli Purwanto yang sebelumnya masih tercatat sebagai korban hilang dalam insiden KMP Virgo 8.
Sementara itu, pemerintah dan pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap korban lainnya, termasuk proses identifikasi bagi korban yang telah ditemukan serta koordinasi dengan keluarga masing-masing. (ANT/KN)



