JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta sekolah di wilayah yang terdampak parah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk menjaga keselamatan siswa dan guru.
Abdul Mu’ti mengatakan skema pembelajaran dari rumah secara daring dapat diterapkan di daerah dengan paparan abu vulkanik tinggi. Sekolah juga dapat menyelenggarakan pembelajaran daring dari lokasi lain yang dinilai aman.
“Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring, atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring,” kata Mu’ti dalam konferensi pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pasc erupsi Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu (6/9).
Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Serang, Banten, serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.
Sementara bagi sekolah yang kondisi lingkungannya masih dinilai aman untuk pembelajaran tatap muka, Mu’ti meminta penerapan protokol kesehatan dan keselamatan secara ketat.
“Pembelajaran dapat tetap diselenggarakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas, menutup pintu, jendela, dan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan keselamatan bagi seluruh murid,” ujarnya.
Mendikdasmen memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menyesuaikan durasi pembelajaran apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan kegiatan belajar berlangsung seperti biasa.
Sekolah tidak diwajibkan menjalankan jam belajar penuh seperti dalam kondisi normal apabila hal tersebut berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan warga sekolah.
Selain penyesuaian kegiatan belajar, para guru juga diimbau menyisipkan materi pendidikan kebencanaan dalam proses pembelajaran.
Materi tersebut diharapkan membantu siswa memahami situasi erupsi, tetap tenang, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri apabila kondisi darurat terjadi.
Mengenai berapa lama pembelajaran dari rumah diberlakukan, Abdul Mu’ti menyerahkan keputusan kepada pemerintah daerah karena otoritas setempat dinilai paling memahami kondisi dan perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah masing-masing.
“Jadi kalau di Jakarta sudah ditetapkan bahwa pembelajaran di Jakarta mulai besok diselenggarakan secara daring, maka semuanya harus mengikuti aturan pemerintah daerah. Nah untuk daerah-daerah lain yang belum membuat keputusan, kami sangat mengharapkan agar dapat sesegera mungkin memberikan informasi sebagai panduan bagi masyarakat,” katanya.
Hingga saat ini, Abdul Mu’ti menyebut belum ada laporan mengenai korban jiwa dari kalangan murid maupun guru akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tidak terdapat pula laporan kerusakan infrastruktur sekolah di wilayah terdampak, termasuk di Banten dan Lampung.
Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah sebagai prioritas dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama kondisi erupsi berlangsung. (ANT/KN)



