JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) menutup sementara pintu masuk E dan C Stasiun Dukuh Atas BNI pada Rabu (28/10/2026) menyusul meningkatnya aktivitas massa di kawasan tersebut. Meski akses stasiun dibatasi, layanan perjalanan MRT Jakarta tetap beroperasi normal.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan penutupan sementara dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelanggan.
“Sehubungan dengan adanya peningkatan aktivitas aksi massa di sekitar area Stasiun Dukuh Atas BNI, MRT Jakarta terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keamanan serta keselamatan para pelanggan,” kata Rendy di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia mengimbau pelanggan menggunakan pintu masuk stasiun lainnya selama penutupan berlangsung. Apabila terdapat perubahan layanan atau akses stasiun, informasi akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi MRT Jakarta.
MRT Jakarta juga mengajak masyarakat menggunakan transportasi publik secara tertib serta menjaga fasilitas umum demi kenyamanan dan keamanan bersama.
Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiagakan 1.249 personel untuk mengamankan kegiatan penyampaian pendapat dan mengatur arus kendaraan di sejumlah titik di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut diperkirakan berdampak pada kepadatan lalu lintas di kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Masyarakat diimbau menghindari kawasan yang terdampak, menggunakan rute alternatif, mengatur waktu perjalanan, serta mengikuti arahan petugas.
Informasi mengenai perkembangan akses stasiun dan kondisi lalu lintas dapat dipantau melalui kanal resmi instansi terkait. (ANT/KN)



