BONTANG – Persoalan kesehatan mental tidak boleh dipandang sebelah mata. Gangguan kondisi kejiwaan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, hingga produktivitas seseorang apabila tidak mendapatkan perhatian. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, RSUD Taman Husada Bontang menggelar penyuluhan kesehatan jiwa sekaligus mengajak warga lebih terbuka mengenali kondisi mental dan tidak ragu mencari pertolongan profesional.
Penyuluhan berlangsung di lobi pendaftaran Gedung A atau gedung utama RSUD Taman Husada Bontang, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut menyasar pasien dan pengunjung yang sedang berada di rumah sakit, termasuk sejumlah pasien dari ruang pelayanan serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga keseimbangan mental dan emosional.
Dokter spesialis kedokteran jiwa RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dewi Maharni, M.Sc., Sp.KJ., hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali kondisi kejiwaan.
Menurut Dewi, pemahaman masyarakat terhadap kesehatan mental perlu terus ditingkatkan agar persoalan yang dialami tidak diabaikan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
“Melalui edukasi kesehatan jiwa, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenali kondisi mental, memahami pentingnya menjaga keseimbangan emosional, serta meningkatkan kesadaran untuk mencari bantuan profesional apabila mengalami masalah kejiwaan,” jelasnya.
Kesehatan mental memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Kondisi psikologis yang terganggu dapat memengaruhi kemampuan menjalankan aktivitas, berinteraksi dengan lingkungan, maupun mempertahankan produktivitas.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa persoalan kejiwaan merupakan bagian dari masalah kesehatan yang juga membutuhkan perhatian dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Penyuluhan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mendorong masyarakat lebih terbuka membicarakan kesehatan mental.
Selama ini, persoalan kejiwaan kerap menjadi hal yang sulit disampaikan karena adanya rasa malu, kekhawatiran, atau anggapan negatif terhadap orang yang membutuhkan layanan kesehatan mental.
Melalui edukasi langsung di lingkungan rumah sakit, RSUD Taman Husada berupaya meningkatkan kesadaran bahwa berkonsultasi mengenai kondisi psikologis merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Pemilihan lobi pendaftaran sebagai lokasi penyuluhan juga memungkinkan informasi kesehatan jiwa menjangkau pasien dan pengunjung yang datang untuk mendapatkan berbagai layanan medis.
Dengan demikian, edukasi tidak hanya diterima masyarakat yang secara khusus mengakses layanan kesehatan jiwa, tetapi juga pengunjung rumah sakit secara umum.
Dewi mengingatkan pentingnya mengenali perubahan kondisi mental dan emosional, terutama apabila mulai memengaruhi aktivitas maupun hubungan sosial.
Masyarakat juga didorong mencari bantuan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi apabila menghadapi persoalan kejiwaan yang membutuhkan penanganan.
Menurutnya, kesadaran untuk berkonsultasi menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh informasi, pemeriksaan, serta pendampingan sesuai kebutuhan.
“Adapun bagi masyarakat, untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional ketika membutuhkan bantuan,” pungkasnya. (Dwi/Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S



