PENAJAM PASER UTARA — Pemerintah Kecamatan Sepaku mendukung penyusunan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pengumpulan data tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memetakan potensi ancaman bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Sepaku.
FGD tersebut bertujuan menghimpun data dan informasi mengenai potensi ancaman bencana, tingkat kerentanan wilayah, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Data yang dikumpulkan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi dan penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, menyampaikan bahwa pengumpulan data di tingkat desa dan kelurahan merupakan bagian penting dalam mengidentifikasi potensi risiko bencana. Menurutnya, informasi yang akurat akan membantu pemerintah menentukan langkah antisipasi dan penanganan yang lebih tepat.
“Penyusunan kajian risiko bencana ini penting untuk mengetahui potensi ancaman dan kerawanan di wilayah kita. Dengan data yang akurat, langkah pencegahan dan penanganan dapat direncanakan lebih baik sesuai kondisi masing-masing desa dan kelurahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya pengurangan risiko bencana tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika bencana terjadi. Pemerintah dan masyarakat perlu membangun kesiapsiagaan sejak dini, termasuk memahami potensi ancaman yang ada di lingkungan masing-masing.
“Kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana terjadi. Karena itu, pemetaan risiko menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga masyarakat dan pemerintah dapat mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi keadaan darurat,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan sangat diperlukan karena mereka lebih memahami kondisi wilayah, karakteristik lingkungan, serta potensi kerawanan yang dihadapi masyarakat setempat.
Melalui koordinasi lintas sektor, informasi dari tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat dihimpun secara menyeluruh. Dengan demikian, kajian risiko bencana yang disusun tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan prioritas mitigasi.
“Peran pemerintah desa dan kelurahan sangat penting dalam memberikan informasi sesuai kondisi wilayah masing-masing. Kolaborasi semua pihak diperlukan agar data yang dihimpun benar-benar menggambarkan potensi risiko dan kebutuhan penanganan di lapangan,”ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat dalam membangun wilayah yang tangguh terhadap bencana. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan.
Pemerintah Kecamatan Sepaku pun mendorong masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar serta mendukung berbagai upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah.
Melalui kegiatan FGD tersebut, Pemerintah Kecamatan Sepaku berharap penyusunan Kajian Risiko Bencana Kabupaten PPU dapat menghasilkan data yang komprehensif dan menjadi landasan bagi perencanaan mitigasi yang lebih terarah, guna mewujudkan wilayah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap pentingnya pengurangan risiko bencana. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya. (ADV)
Pewarta : Deddypz



