BONTANG – Harapan RSUD Taman Husada Bontang untuk menambah fasilitas pelayanan kesehatan melalui pembangunan Gedung C belum bisa segera terwujud. Meski kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) telah rampung tahun ini, proyek tersebut masih harus menunggu kepastian anggaran dan penyelesaian sejumlah persyaratan administrasi.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengungkapkan pihaknya terus mempersiapkan berbagai kebutuhan agar rencana pembangunan gedung baru tersebut dapat direalisasikan.
Salah satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan adalah kelengkapan dokumen pendukung. Selain itu, dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga menjadi faktor penting sebelum proyek memasuki tahap pelaksanaan.
“Secara dokumentasi pastinya kami masih menyiapkan itu juga. Kedua, masalah penganggaran juga pastinya harus disiapkan, mulai dari APBD dan sebagainya,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Suhardi, rampungnya Amdalalin menjadi perkembangan positif dalam proses persiapan pembangunan Gedung C. Dokumen tersebut merupakan salah satu persyaratan untuk mengkaji dampak pembangunan dan operasional gedung terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.
Kajian ini penting mengingat aktivitas kendaraan di lingkungan RSUD Taman Husada cukup tinggi, baik dari pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, maupun kendaraan operasional rumah sakit.
Berdasarkan data yang sebelumnya disampaikan manajemen RSUD, jumlah kunjungan pada 2024 tercatat sekitar 414 ribu. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025, atau bertambah sekitar 91 ribu kunjungan dalam setahun.
Peningkatan hampir 22 persen tersebut menunjukkan aktivitas pelayanan rumah sakit yang terus berkembang. Kondisi ini turut menjadi perhatian dalam perencanaan pengembangan fasilitas kesehatan, termasuk kebutuhan akses kendaraan dan area pendukung pelayanan.
Terlebih, keterbatasan lahan parkir masih menjadi salah satu persoalan di RSUD Taman Husada. Saat kapasitas parkir penuh, sebagian kendaraan pengunjung terpaksa diparkir di luar kawasan rumah sakit.
Karena itu, rencana pembangunan Gedung C juga perlu memperhitungkan kelancaran mobilitas kendaraan dan akses masyarakat menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Suhardi berharap penyelesaian Amdalalin dapat mempercepat tahapan persiapan lainnya sehingga pembangunan gedung tersebut tidak terus tertunda.
“Iya, semoga proses pembangunan Gedung C ini cepat terealisasi. Untuk Amdalalin, tahun ini alhamdulillah sudah selesai. Tinggal pelaksanaan pembangunannya saja,” jelasnya.
Meski demikian, penyelesaian Amdalalin belum berarti seluruh persyaratan pembangunan telah terpenuhi. Pihak rumah sakit masih harus menuntaskan dokumen administrasi dan memastikan ketersediaan anggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan maupun jadwal dimulainya pembangunan Gedung C.
Manajemen RSUD berharap dukungan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mempercepat proses persiapan, sehingga pengembangan fasilitas rumah sakit dapat segera dilaksanakan.
Pembangunan Gedung C diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan RSUD Taman Husada, seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kota Bontang. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



