BONTANG – Memperingati Global Handwashing Day atau Hari Cuci Tangan Sedunia, RSUD Taman Husada Bontang mengajak masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran kuman dan berbagai penyakit menular.
Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara, mengatakan kebiasaan mencuci tangan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain.
Menurutnya, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan langkah sederhana, tetapi efektif untuk membantu mencegah penularan berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan dan pernapasan.
“Di RSUD Taman Husada, kami berkomitmen untuk selalu menjaga kebersihan dan keselamatan pasien serta pengunjung. Mari kita bersama-sama menjadikan budaya cuci tangan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Renanthera menjelaskan, mencuci tangan tidak cukup hanya dengan membasahi telapak tangan menggunakan air. Masyarakat perlu memperhatikan seluruh bagian tangan agar proses pembersihan lebih optimal dan kuman yang menempel dapat berkurang.
Mengacu pada panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat enam gerakan utama dalam teknik mencuci tangan, yakni menggosok kedua telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, serta ujung jari dan kuku.
“Setelah seluruh bagian tangan digosok menggunakan sabun, tangan perlu dibilas dengan air mengalir hingga bersih. Selanjutnya, tangan dikeringkan menggunakan handuk bersih atau tisu sekali pakai,” jelasnya.
Renanthera mengingatkan, kebiasaan tersebut perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, serta ketika tangan terlihat kotor.
Penerapan kebiasaan mencuci tangan yang benar juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan fasilitas kesehatan. Selain melindungi pasien, kebiasaan ini turut mendukung keselamatan tenaga medis dan pengunjung rumah sakit.
Hari Cuci Tangan Sedunia yang diperingati setiap 15 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tangan.
Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), edukasi mencuci tangan menggunakan sabun dapat menurunkan kejadian penyakit diare sekitar 23–40 persen dan infeksi saluran pernapasan sekitar 16–21 persen.
Sementara itu, WHO merekomendasikan proses mencuci tangan menggunakan sabun dan air berlangsung selama 40–60 detik agar seluruh tahapan pembersihan dapat dilakukan dengan baik.
Melalui peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia, RSUD Taman Husada berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tangan semakin meningkat. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membantu melindungi kesehatan bersama.
“Tangan bersih, tubuh lebih terlindungi. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir mulai dari sekarang,” pungkasnya. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



