BANDA ACEH — Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tenggara setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (26/9/2026) malam. Luapan Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga merendam 13 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sedikitnya 52 kepala keluarga atau 203 jiwa terdampak banjir. Hingga Minggu (27/9/2026), tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti mengatakan peningkatan debit kedua sungai terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur Aceh Tenggara.
“Tingginya curah hujan di Aceh Tenggara mengakibatkan debit air sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga mengalami peningkatan yang signifikan dan meluap ke pemukiman,” kata Bahron dalam laporannya di Banda Aceh, Minggu (27/9/2026).
Wilayah terdampak tersebar di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Kisam Gabungan, Kecamatan Lawe Sumur; Desa Maha Singkil, Kecamatan Bukit Tusam; serta Desa Terutung Seperai, Pancar Iman, Kuta Seri, Bambel Gabungan dan Lembah Haji di Kecamatan Bambel.
Banjir juga melanda Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe; Desa Mbarung dan Batu Mbulan I, Kecamatan Babussalam; Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah; serta Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan.
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu sejumlah akses transportasi dan infrastruktur.
Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, tertimbun longsor. Kondisi tersebut diperparah dengan tumbangnya tiang listrik PLN di lokasi.
Sejumlah akses penghubung antarkawasan juga tidak dapat dilalui. Jalan darurat dan jembatan Natam-Simpang IV Tanjung serta jembatan Mbarung yang menjadi akses menuju Kecamatan Lawe Alas dilaporkan hanyut atau tergerus arus sungai.
Oprit jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap juga mengalami amblas sehingga untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kerusakan turut terjadi di ruas Jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung. Abrasi akibat gerusan arus Sungai Lawe Bulan menggerus jalan sepanjang sekitar 50 meter.
Sementara itu, sebagian badan jalan pada jembatan rangka baja Biakmuli yang merupakan jembatan nasional mulai terlihat amblas.
Banjir juga berdampak terhadap sektor pertanian masyarakat. BPBA mencatat sekitar 40 hektare lahan pertanian di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya terdampak.
Selain itu, sekitar 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan turut mengalami kerusakan akibat banjir.
Di sisi lain, tanggul Sungai Lawe Kisam dilaporkan jebol sehingga air meluap ke permukiman warga di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel.
BPBD Aceh Tenggara telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal.
Petugas juga menurunkan satu unit ekskavator untuk menutup tanggul sekaligus melakukan normalisasi Sungai Lawe Kisam di Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel.
“Petugas TRC BPBD juga terus melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang menutup jalan nasional Kutacane-Blangkejeren (Tanjakan Gurah Ketambe),” kata Bahron. (ANT/KN)



