BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi mendukung upaya penertiban puluhan sepeda motor dalam aksi balap liar di kawasan Kantor Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu. Selain itu ia juga memberikan solusi dari masalah balap liar yang kerap berlangsung ini.
Menurutnya, balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Karena itu, selain melakukan razia dan penindakan, pemerintah perlu menyiapkan solusi yang mampu menyalurkan minat generasi muda di bidang otomotif secara positif.
Menurutnya, banyak anak muda yang memiliki bakat dan ketertarikan pada dunia balap motor. Potensi tersebut seharusnya dapat diarahkan, melalui kegiatan yang lebih terorganisasi dan memiliki standar keselamatan yang jelas.
“Kalau ada kegiatan balap atau latihan, harus dilakukan dengan standar keselamatan yang memadai. Jangan sampai anak-anak balapan, tanpa perlengkapan yang layak karena resikonya sangat besar,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai, penyediaan ruang atau wadah bagi para pembalap muda dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang, untuk menekan aksi balap liar di jalan raya. Dengan adanya fasilitas dan kegiatan resmi, para penghobi balap dapat mengembangkan kemampuan mereka, tanpa mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan masyarakat.
Winardi juga mengingatkan bahwa penanganan balap liar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, komunitas otomotif hingga orang tua. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembinaan terhadap generasi muda dapat berjalan lebih efektif. (Al/Adv)
Editor: Yusva Alam


