BONTANG — Korban serangan buaya di kawasan Rawa-Rawa, Kelurahan Loktuan, kini telah mendapatkan jaminan pelayanan BPJS Kesehatan dan kondisinya dilaporkan mulai berangsur membaik.
Sebelumnya, korban diketahui tidak memiliki BPJS maupun Kartu Keluarga (KK), sehingga sempat mengalami kendala dalam proses administrasi rumah sakit dan pembiayaan perawatan medis.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa sejak dua hari lalu kepesertaan BPJS korban telah aktif sehingga seluruh biaya pengobatan kini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Awalnya korban tidak punya BPJS, bahkan KK pun juga tidak ada. Jadi kami terus berkoordinasi agar bisa dibikinkan BPJS. Alhamdulillah, dua hari lalu BPJS-nya sudah aktif,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/3/2026).
Ia mengungkapkan, tanpa jaminan kesehatan, biaya perawatan korban di rumah sakit diperkirakan mencapai Rp28 juta dan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga.
“Kebetulan ini anaknya masuk kategori kurang mampu bahkan KK pun tidak punya. Jadi dibantu proses administrasinya dan sekarang sudah aman, tinggal masa pemulihan,” tambahnya.
Meski kondisi korban disebut berangsur membaik, ia masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit hingga benar-benar pulih.
Pemkot Bontang juga mempercepat pengurusan administrasi kependudukan, termasuk pembuatan KK yang sebelumnya belum dimiliki korban, agar tidak lagi terkendala dalam akses layanan kesehatan maupun pendidikan ke depan.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang sigap membantu proses administrasi di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
Saat ini, fokus utama adalah memastikan pemulihan korban berjalan optimal sembari terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap kemunculan buaya di kawasan perairan dan permukiman. (MK)
Penulis: Dwi S
Editor: Agus S


