Belanja Negara Digenjot, Purbaya Klaim Pertumbuhan Tertinggi Sejak Pandemi

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 menunjukkan tren perbaikan, seiring dengan berbagai kebijakan fiskal yang ditempuh pemerintah, termasuk percepatan belanja negara.

Menanggapi pertanyaan mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi, Purbaya mengatakan bahwa indikasi pengaruh memang terlihat, meski kebijakan tersebut bukan satu-satunya faktor pendorong.

“Ada juga kelihatannya seperti itu. Tapi yang jelas, pada triwulan IV 2025 ekonomi kita membaik,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah secara agresif mendorong realisasi belanja untuk menggerakkan roda perekonomian. Menurutnya, langkah tersebut mulai membuahkan hasil nyata.

“Saya genjot semua belanja. Orang mungkin berpikir saya tidak melakukan apa-apa, tapi sekarang bisa dilihat secara jelas pertumbuhan sudah berbalik arah dari 5 persen menjadi 5,4 persen. Ini lumayan, yang tertinggi sejak pandemi,” kata Purbaya.

Ke depan, ia optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut seiring dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah secara keseluruhan.

Purbaya menegaskan bahwa peningkatan kinerja ekonomi tidak hanya ditopang oleh satu program tertentu, melainkan hasil dari kebijakan yang dilakukan secara menyeluruh di berbagai sektor.

“Ini bukan karena MBG saja, tetapi juga kebijakan secara agregat, mulai dari kebijakan fiskal, moneter, dan berbagai sektor lainnya,” ujarnya.

Pewarta/ Editor : Nicha R

READ  DPR Minta KBIHU Tak Ambil Alih Peran Kemenhaj dalam Layanan Haji
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img