Jembatan Jongkang Resmi Difungsikan, Ekonomi Warga Mulai Terdongkrak

TENGGARONG – Wajah Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berubah. Kini, geliat ekonomi warga kian terasa setelah Jembatan Sungai Jongkang resmi dioperasikan sebagai bagian dari akses jalan strategis sepanjang 10 kilometer menuju simpang Jalan Hauling PT Bukit Baiduri Energi.

Tak sekadar infrastruktur, jembatan senilai Rp14,9 miliar ini menjadi simbol keterhubungan baru antara desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Jalur yang dulu ditempuh berjam-jam melewati jalan tanah kini bisa dilalui dengan waktu lebih singkat dan aman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyebut pembangunan jembatan sepanjang 16 meter dengan lebar tujuh meter itu dilengkapi trotoar dan enam titik lampu penerangan jalan umum (LPJU). “Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat aman, baik siang maupun malam,” ujarnya.

Manfaatnya mulai dirasakan warga. Jalan yang kini terbuka lebar memberi napas baru bagi sektor pertanian dan perdagangan lokal. Lahan-lahan di sepanjang jalur mulai diuruk untuk rencana pembangunan kios, bengkel, dan warung, tanda ekonomi mulai bergerak.

“Dengan selesainya jalanan ini, perkembangan ekonomi semakin tinggi. Kita lihat masyarakat mulai menguruk tanah mereka, akan ada pusat ekonomi daerah di sini,” tambah Wiyono.

Pemerintah memastikan jembatan darurat (bailey) yang sebelumnya digunakan akan segera dibongkar. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi dua jalur penuh sehingga arus kendaraan tak lagi bergantian.

Pembangunan ini bukan hanya memudahkan akses warga menuju pusat ekonomi, tetapi juga memperkuat rantai distribusi hasil bumi dan pertanian dari wilayah pedalaman menuju pasar utama di hulu Mahakam.

Pemkab Kukar menilai, infrastruktur konektivitas seperti Jembatan Jongkang adalah fondasi pemerataan pembangunan. Akses yang baik akan menumbuhkan desa, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing lokal.

READ  Desa Sebuntal Dukung Transformasi Pertanian Modern dan Berkelanjutan

Tak heran, proyek ini menjadi bagian dari prioritas program Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada konektivitas antarwilayah serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Kini, masyarakat Jongkang tak lagi sekadar menunggu bantuan datang dari luar. Mereka siap menjemput peluang baru dengan semangat baru, karena jembatan itu bukan sekadar penghubung dua tepian sungai, melainkan penghubung harapan dan masa depan ekonomi Kukar yang lebih inklusif.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img