
BERAU — Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sri Kumalasari, menegaskan bahwa penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan serta memperkuat fondasi ekonomi daerah. Ia menilai, di tengah ketidakpastian ekonomi global, UMKM memiliki peran vital sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.
“UMKM tidak hanya membantu individu atau keluarga keluar dari kemiskinan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Ini yang harus diperhatikan pemerintah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Menurut Sri, kontribusi UMKM terhadap perekonomian lokal sangat besar, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ia menilai, dengan dukungan yang terencana dan berkelanjutan, UMKM mampu memperkuat stabilitas ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketimpangan sosial.
“Ketika UMKM tumbuh, efeknya tidak hanya pada pelaku usaha, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat,” jelasnya.
Sri mendorong agar pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak swasta bersinergi memperkuat ekosistem UMKM melalui program konkret, seperti kemudahan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, dan perluasan jaringan pemasaran hingga ke tingkat nasional.
“Pemerintah harus menjadi jembatan yang memudahkan pelaku UMKM untuk berkembang. Dari pelatihan keterampilan hingga akses permodalan, semuanya perlu diatur agar tepat sasaran,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Menurutnya, pelaku UMKM di Berau perlu diarahkan untuk mengadopsi teknologi digital, baik dalam pemasaran maupun pengelolaan usaha.
“Di era digital ini, teknologi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Pemkab perlu menyediakan program pelatihan digitalisasi bagi pelaku UMKM,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sri mengingatkan bahwa UMKM merupakan aset strategis daerah yang perlu dijaga dan dikembangkan secara serius. Ia meminta agar pemerintah memberikan porsi anggaran yang lebih besar untuk program pemberdayaan UMKM, termasuk pembangunan pusat pelatihan, inkubator bisnis, dan fasilitas promosi produk lokal.
“Jika kita ingin ekonomi Berau tetap stabil dan tumbuh, UMKM harus menjadi prioritas utama. Dukungan maksimal terhadap UMKM adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (gs/ADV)


