TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan keseriusannya menjadikan Pulau Kumala sebagai pusat rekreasi keluarga modern. Salah satu proyek andalan yang tengah disiapkan adalah pembangunan wahana waterboom di lahan seluas 3,2 hektare, dengan target rampung pada 2026.
Proyek ini digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata Kukar, sekaligus magnet bagi wisatawan lokal dan luar daerah. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, waterboom ini juga dirancang untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar.
Waterboom direncanakan mampu menampung hingga 1.000 pengunjung per hari, namun demi aturan dan keselamatan, jumlahnya akan dibatasi hanya sekitar 500 orang. Pembatasan ini dinilai penting agar kenyamanan dan keamanan pengunjung tetap terjaga.
Fasilitas yang akan tersedia pun beragam, mulai dari kolam anak, playground, kolam arus, kolam ombak, hingga area bermain dewasa. Pemerintah juga memastikan konsep yang diusung bukan sekadar rekreasi air, tetapi juga edukatif dan ramah keluarga.
Meski nantinya akan dikenakan tiket masuk, skema harga dan pengaturannya masih dibahas bersama pimpinan daerah. Pemerintah berupaya agar tarif tetap terjangkau tanpa mengurangi kualitas layanan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, menjelaskan pembangunan dilakukan dalam tiga tahap dan kini fokus pada persiapan teknis serta kajian keselamatan. “Target kita tahun 2026 sudah bisa difungsikan. Kita harap tidak ada kendala seperti anggaran,” ucapnya.
Selain proyek waterboom, pemerintah juga menyiapkan revitalisasi destinasi wisata lain di Kukar, baik wisata alam, budaya, maupun buatan. Setiap kawasan akan memiliki karakter unik agar wisatawan tidak merasa monoton saat berkunjung.
Sejumlah titik kumpul publik seperti taman akan diberi tema berbeda untuk memperkaya pengalaman wisata. “Kita perlu dukungan OPD, masyarakat, maupun dunia usaha agar pengelolaan wisata ini berjalan maksimal,” tambahnya.
Ridha menegaskan pengembangan Pulau Kumala merupakan bagian dari arah besar pembangunan pariwisata Kukar yang berkelanjutan. Dukungan lintas sektor menjadi kunci agar Kukar bisa bersaing dengan daerah wisata lain di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dispar Kukar juga menegaskan pengembangan Pulau Kumala dan destinasi lain akan terus berlanjut sesuai arahan pimpinan daerah. “Nantinya kita akan diskusi lagi terkait pengembangan wisata, khususnya di Kecamatan Tenggarong,” pungkasnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


