PASER – Pengelolaan sektor kelautan di Kabupaten Paser yang memadai dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser belum dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.
Padahal, wilayah laut di Kabupaten Paser yang luas dan berbatasan langsung dengan selat Makassar memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan baru. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Sukran Amin, meminta agar hal tersebut menjadi perhatian bagi Pemkab Paser.
“Kabupaten Paser memiliki luas lautan yang cukup besar yang langsung berbatasan dengan selat Makassar dan hari ini memang belum terkelola dengan maksimal,” katanya, Jum’at (12/9/2025).
Menurutnya, selama ini pendapatan daerah masih sangat bergantung pada sektor pertambangan dan perkebunan. Hal ini menjadi perhatian DPRD, khususnya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), karena jika kedua sektor tersebut mengalami masalah, pembangunan dan kinerja daerah akan terdampak.
“Catatan kami di DPRD khususnya Fraksi PKB, bagaimana kita tidak hanya terpaku pada sektor pertambangan dan perkebunan. Sangat di khawatirkan jika kedua sektor ini bermasalah, sehingga berdampak pada kinerja dan pembangunan di Paser,” ujarnya.
Sukran menilai, kekayaan sektor kelautan yang dimiliki Kabupaten Paser khususnya di Teluk Adang dan Teluk Apar, memiliki potensi besar untuk menjadi sektor unggulan baru, sehingga perlu dikelola dengan maksimal.
Selain itu, sektor kelautan juga dinilai dapat menjadi alternatif sumber keuangan daerah ketika ada gangguan pada dua sektor utama tersebut. Sehingga, diperlukan kerja-kerja yang lebih baik oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memanfaatkan hal tersebut.
“Harapan kita ke depan, itu juga bisa menjadi tulang punggung Kabupaten dan membantu menutupi kebutuhan keuangan daerah ketika ada gangguan di sektor pertambangan dan perkebunan,” ucapnya.
Terkait hal ini, DPRD Kabupaten Paser dikatakan sudah melakukan diskusi bersama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Paser. Targetnya, pada 2027 mendatang perikanan akan menjadi salah satu fokus utama.
Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya berencana mengundang beberapa Perguruan Tinggi terkemuka untuk melakukan kajian baik tentang potensi laut maupun berbagai sisi lainnya. Sukran menambahkan, potensi lainnya yang juga bisa dimaksimalkan pemerintah seperti lalu lintas laut dan sektor pariwisata.
“Sementara masih dalam proses diskusi, nanti mungkun bisa memanggil kampus untuk melakukan kajian, sehingga nanti pembahasannya bisa lebih terperinci dan teknis,” pungkasnya.
Pewarta: Abika Ramadhan


