Pasca Serangan Israel ke Doha, Presiden Prabowo Bicara dengan Emir Qatar

JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto, Rabu, berbincang dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani melalui telepon menanyakan kondisi terkini pascaserangan Israel ke Doha, Qatar, pada Selasa (9/9/2025).

Dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Rabu, Teddy mengatakan serangan Israel ke Doha merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, serta ancaman besar terhadap keamanan dan perdamaian kawasan.

“Serangan ini juga berisiko mengeskalasi dan memperluas konflik di kawasan,” kata Teddy.

Seskab Teddy mengatakan Indonesia menegaskan kembali solidaritas terhadap pemerintah dan rakyat Qatar serta menekankan komitmen untuk mendukung semua upaya diplomatis dalam rangka mencapai penyelesaian adil, komprehensif, dan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah di bawah Solusi Dua-Negara.

Israel melancarkan serangan ke ibu kota Qatar, Doha, Selasa (9/9), dengan alasan melaksanakan operasi untuk menyingkirkan pimpinan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Qatar.

Israel menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya atas aksi itu dan menyatakan bahwa aksi tersebut sepenuhnya merupakan operasi independen Israel.

Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataan resminya mengecam keras serangan Israel terhadap gedung-gedung permukiman di Doha.

Menurut otoritas Qatar, serangan itu merupakan tindakan pengecut, yang mengancam warga sipil dan warga asing di Qatar. (ANT/KN)

READ  Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Satu Warga Meninggal Dunia
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img