TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tak hanya melalui jalur pendidikan formal, Pemkab juga memberi perhatian besar terhadap pendidikan non-formal bagi warga yang sempat putus sekolah.
Komitmen tersebut tampak dalam kunjungan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan 102 ijazah kepada peserta didik yang dinyatakan lulus program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
Bupati Aulia menegaskan, program kesetaraan merupakan wujud nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara PKBM dengan pihak swasta menjadi model ideal dalam memperkuat layanan pendidikan di Kukar.
“Melalui kerja sama dengan badan usaha, PKBM dapat beroperasi lebih optimal. Masyarakat pun terbantu untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terkendala biaya,” ujarnya.

PKBM Putri Karang Melenu sendiri sejak 2019 telah menjalin kerja sama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU). Dukungan perusahaan ini memungkinkan PKBM meluluskan total 971 peserta didik hingga tahun ini.
Tak hanya itu, PKBM bersama PT MHU juga menghadirkan inovasi berupa tambahan kompetensi bagi peserta didik. Upaya ini bertujuan agar lulusan kesetaraan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bisa memudahkan akses ke dunia kerja.
Bupati Aulia menyebutkan, model kerja sama semacam ini layak ditiru oleh badan usaha lain di Kukar. Selain mendukung program Kukar Idaman Terbaik, langkah tersebut juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas SDM di wilayah sekitar.
“Ini contoh nyata bahwa dunia usaha bisa berperan langsung dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Harapannya, semakin banyak perusahaan yang ikut serta dalam program serupa,” pungkasnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor:


