TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau di tengah kondisi harga beras yang cenderung tinggi, menjelang musim panen. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar 28–29 Agustus 2025 di Creative Park Tenggarong, Pemkab Kukar berupaya langsung meredam tekanan harga pasar.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kejaksaan Negeri Tenggarong sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Selain menjaga stabilitas pasokan, GPM juga diharapkan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menyebut beras menjadi komoditas utama GPM kali ini. Pemerintah menyalurkan beras SPHP dari Bulog serta beras lokal binaan Diskepang dengan harga lebih rendah berkat subsidi ongkos angkut.
“Kalau harga di gudang Rp15.100, kita turunkan Rp2.100 jadi Rp13.000 per kilogram. Masyarakat bisa beli lebih murah, sesuai HET,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).
Selain beras, GPM juga menghadirkan kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, tepung, hingga bawang. Untuk bawang merah dan putih, Pemkab menggandeng pedagang Pasar Mangkurawang, dengan subsidi dari Perusda MGRM agar harga lebih terjangkau.
“Subsidi kita sesuaikan kondisi harga pasar, supaya harga di GPM lebih rendah dan meringankan beban warga,” lanjutnya.
Tidak hanya bahan pokok, pemerintah juga memotong rantai distribusi sayur-mayur. Produk segar didatangkan langsung dari produsen tanpa melalui tengkulak, sehingga kualitas lebih baik dengan harga lebih bersahabat.
Ananias menekankan, kehadiran GPM sangat strategis di saat stok petani menipis karena padi masih dalam proses pengeringan. Situasi ini membuat harga beras di pasaran bertahan tinggi, berkisar Rp16 ribu–Rp17 ribu per kilogram.
“Pemerintah hadir dengan beras SPHP Rp11.700 per kilogram dan beras lokal Rp13.000 per kilogram, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Pada GPM sebelumnya, penjualan beras bahkan menembus 21 ton, melebihi target awal hanya 10 ton. Pemerintah memastikan jika stok habis, pasokan segera diambil dari gudang Bulog agar ketersediaan tidak terganggu.
Dengan strategi ini, Pemkab Kukar optimistis GPM dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat melewati masa kritis sebelum panen raya tiba pada pertengahan September mendatang. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


