TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menilai sektor pariwisata desa bukan hanya soal destinasi wisata, tetapi juga menjadi kunci memperkuat kemandirian fiskal desa. Melalui dukungan dana dan kelembagaan, Pemkab Kukar mendorong desa-desa menggali potensi pariwisata yang dimiliki.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata sejalan dengan visi misi Kukar Idaman Terbaik. “Kita sekarang sudah menggalakkan kepada desa-desa utk melihat potensinya, kalau memang ada potensi pariwisata kita berharap ada dikembangkan ke arah itu,” ungkap Aulia, Sabtu (16/8/2025).
Pemkab memastikan dukungan tidak berhenti pada arahan. Kehadiran Anggaran Dana Desa (ADD) dan Bantuan Keuangan Khusus Daerah (BKKD) diproyeksikan untuk menopang pengembangan pariwisata. Ketika sektor ini berhasil memberi pemasukan melalui Penghasilan Asli Desa (PADes), secara langsung akan menguatkan ketahanan fiskal desa.
Tak hanya itu, BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih yang baru dibentuk juga menjadi instrumen baru dalam memperluas sumber pendapatan desa. “Tentunya potensi pariwisata yang bisa digali dan dikuatkan untuk menjamin kekuatan fiskal desa semakin kuat,” lanjutnya.
Aulia berharap desa semakin mandiri melalui penguatan sektor ini. Meski demikian, ia menegaskan Pemkab tetap hadir memastikan keberlangsungan pembangunan desa. “Tapi kalau fiskal desa semakin kuat maka pembangunan semakin banyak dan semakin membaik lagi,” tutup Aulia. (Adv)


