SETIAP tahun, Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Cabang Samarinda menggelar Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Tahun ini memasuki gelaran kedelapan. Kegiatannya seluruhnya terpusat di Kota Bontang.
Bagi sebagian orang, ini mungkin tampak seperti kegiatan tahunan biasa. Tapi bagi para mahasiswa yang terlibat sejak awal, ini adalah buah dari kerja keras, semangat kolektif, dan wujud cinta nyata kepada kota asal mereka.
Saya tahu persis bagaimana proses persiapan mereka berlangsung. Beberapa kali, rapat panitia bahkan digelar di Kantor Media Kaltim.
Dua bulan sebelum acara dimulai, mahasiswa sudah bergerak. Mereka menyusun proposal, mendatangi kantor-kantor, mengetuk pintu sponsor satu per satu, bahkan merogoh kantong pribadi demi memastikan roda acara tetap berjalan.

Namun tak semua pintu terbuka. Banyak proposal yang tidak dijawab. Banyak pula yang ditolak. Padahal yang mereka perjuangkan bukan untuk kepentingan pribadi. Mereka ingin Bontang punya ruang bagi kreativitas anak muda—tempat menyalurkan bakat, baik di bidang olahraga maupun seni.
Beruntung, Pemkot Bontang selalu hadir memberi dukungan, meskipun tentu tidak bisa bergantung hanya pada dukungan pemerintah. Tahun ini, dukungan datang dari berbagai pihak. Dan ini patut diapresiasi. Perusahaan besar seperti Pupuk Kaltim (PKT) kembali menunjukkan kepedulian terhadap aktivitas kepemudaan. Pelaku usaha lokal seperti Brodara, Movely, Kopi Sore Hari, dan Sablon Kebutuhan juga tak tinggal diam. Bahkan lembaga seperti Bawaslu Kota Bontang turut mendukung, menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan misi pendidikan demokrasi dan kebangsaan.
Dukungan juga datang dari para alumni HMB yang turut membantu dana, turut hadir, membantu teknis pelaksanaan, hingga ikut mencarikan sponsor. Ini jadi bukti bahwa semangat kolaboratif tak putus oleh jarak atau waktu.
Dukungan dari media lokal pun terasa kuat. Media Kaltim, RadarBontang.com, dan Bontangku.id tak hanya menjadi mitra pemberitaan, tapi juga memberikan ruang promosi tanpa pungutan biaya. Di sisi lain, dua agensi kreatif—Network Creative dan Dunman Creative Agency—ikut menyumbangkan peran dalam penguatan visual dan komunikasi acara.

Yang juga dukungan luar biasa dari Kodim 0908/Bontang. Tak hanya simbolik, tapi nyata. Final pertandingan basket dan seremoni penutupan digelar di halaman Makodim Jalan Awang Long. Ini bukti bahwa institusi negara juga memberi ruang dan perhatian terhadap pembangunan karakter generasi muda.
Semua bentuk dukungan ini tak sekadar soal dana atau fasilitas. Ini bukti bahwa semangat kolaborasi lintas sektor masih menyala. Ketika mahasiswa bergerak dengan niat tulus dan kerja keras, banyak pihak yang bersedia melangkah bersama mereka.
Agenda tahun ini berlangsung meriah. Laga basket putra jadi daya tarik utama. Digelar selama empat hari penuh di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) sejak Sabtu, 26 Juli 2025, dengan partisipasi sembilan tim dari enam sekolah: SMAN 1 A, SMAN 1 B, SMAN 2 A, SMAN 2 B, DHBS, SMKN 1, YPK A, YPK B, dan VIDATRA. Finalnya digelar 2 Agustus 2025 di Makodim 0908/Bontang, lengkap dengan seremoni penutupan, hiburan, serta penghargaan untuk pemain terbaik, fotografer terbaik, dan suporter terbaik.
Lomba fotografi juga digelar dengan tema “Merekam dan Memaknai Perjuangan Anak Bangsa”, mengangkat sisi humanis masyarakat Bontang dalam keseharian mencari nafkah. Tema yang menyentuh, mengajak peserta lebih peka terhadap realitas sosial di sekitar mereka.
PORSENI ini bukan sekadar ajang lomba. Ini ajang silaturahmi pelajar dan mahasiswa. Wadah pembentukan karakter, serta sarana menanamkan nilai-nilai perjuangan, kerja sama, dan kepedulian.
Lewat ajang ini, mahasiswa Bontang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berbicara, tapi juga bekerja dan berkarya.
Saya berharap lebih banyak pihak peduli. Kalau mahasiswa bisa bertahan dengan segala keterbatasan, seharusnya kita yang lebih mampu bisa lebih dulu memberi ruang, dukungan, dan kesempatan.
PORSENI bukan hanya milik HMB. Ini tanggung jawab bersama. Mari kita dukung dan teruskan bersama. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.



