454,25 Hektare Lahan Karhutla di Enam Provinsi Berhasil Dipadamkan

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 454,25 hektare lahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan di enam provinsi prioritas di Sumatera dan Kalimantan hingga 19 Oktober 2026. Namun, sebanyak 570,08 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan total target penanganan karhutla di enam provinsi tersebut mencapai 1.024,33 hektare.

“BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus mengintensifkan pengerahan personel dan sumber daya guna menuntaskan sisa titik api di wilayah-wilayah tersebut,” kata Berton di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luasan lahan yang masih perlu ditangani terbesar. Dari target penanganan 452,49 hektare, baru 63,10 hektare yang berhasil dipadamkan. Sementara itu, 389,39 hektare lainnya masih belum padam.

Di Sumatera Selatan, dari target penanganan 401,67 hektare, sebanyak 293,17 hektare telah padam dan 108,50 hektare masih dalam penanganan.

Sementara itu, di Jambi, dari target 96,50 hektare, sebanyak 32 hektare telah padam dan 64,50 hektare belum padam.

Di Kalimantan Selatan, 50,95 hektare dari target 58,45 hektare telah berhasil dipadamkan. Adapun 7,50 hektare sisanya masih belum padam.

Kalimantan Barat mencatat 11,73 hektare lahan telah padam dari target 11,92 hektare, dengan 0,19 hektare masih dalam penanganan. Sementara itu, di Riau, seluruh lahan seluas 3,30 hektare yang menjadi target penanganan dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Berton memperkirakan beban operasi penanganan karhutla berangsur berkurang seiring masuknya musim hujan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan berlangsung bertahap di enam provinsi prioritas tersebut.

READ  10 Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Jalan Tol Cipularang

“Mulai dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Barat, pada Oktober hingga November, hingga Kalimantan Selatan pada November hingga Desember,” ujar Berton.

Meski demikian, BNPB bersama tim gabungan masih mengintensifkan pemadaman dan pendinginan di wilayah yang belum tuntas ditangani. Upaya tersebut dilakukan untuk menyelesaikan penanganan lahan terdampak karhutla di enam provinsi prioritas. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img