Jumat, April 4, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Semarak Nuzulul Quran, Pemkab Kukar Gencarkan Gerakan Etam Mengaji untuk Bentuk Generasi Qur’ani

TENGGARONG – Suasana khidmat menyelimuti Halaman Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), pada Senin (17/3/2025). Saat ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar dari berbagai sekolah di Tenggarong berkumpul dalam Gerakan Etam Mengaji (GEMA). Acara yang bertepatan dengan malam Nuzulul Quran ini menjadi momentum untuk menguatkan budaya membaca Al-Quran di tengah masyarakat.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kebiasaan membaca dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. “Gerakan ini bukan sekadar seremonial, tapi bagaimana kita menjadikannya sebagai kebiasaan harian. Pemkab Kukar akan terus mendorong agar budaya mengaji semakin mengakar di masyarakat,” ujar Edi Damansyah.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Kukar telah mengatur GEMA dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021, yang mewajibkan pelaksanaan kegiatan ini di berbagai instansi, sekolah, masjid, dan musala. “Dengan adanya regulasi ini, kita ingin memastikan bahwa kegiatan membaca Al-Qur’an tidak hanya berlangsung dalam momen tertentu, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat Kukar,” jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemkab Kukar telah membentuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang aktif membina masyarakat, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. LPTQ ini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta membangun karakter Qur’ani di berbagai kalangan.

Hasil dari pembinaan ini telah terlihat dalam berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kukar berhasil mencatat rekor sebagai juara umum enam kali berturut-turut dalam MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

“Ini bukti nyata bahwa gerakan mengaji yang kita canangkan memberikan dampak positif. Namun, yang lebih penting bukan sekadar prestasi, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Quran bisa membentuk karakter generasi kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Bupati Kukar juga menekankan bahwa GEMA bukan hanya tentang membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang berakhlak mulia. Jika kita membiasakan anak-anak dan masyarakat untuk membaca serta memahami Al-Quran, maka kita telah menanamkan nilai-nilai luhur yang akan membentuk karakter mereka di masa depan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular