Jumat, April 4, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Salehuddin: Pengembangan SDM Kunci Ketahanan Pangan Kaltim

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, namun pengelolaannya dinilai masih jauh dari optimal.

Hal ini disampaikan oleh Salehuddin, anggota DPRD Kaltim dari Partai Golkar, yang menilai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk memperkuat sektor ini.

“Kita masih terlalu bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Padahal, jika SDM lokal dikembangkan secara serius, kita bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ungkap Salehuddin, yang berasal dari Dapil Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam penelusuran lebih lanjut, sektor pertanian dan perkebunan di Kaltim memang menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya adalah minimnya program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi modern.

Sebagian besar petani masih menggunakan metode tradisional yang kurang efisien, sehingga produktivitasnya rendah.

Selain itu, akses terhadap pendanaan juga menjadi masalah besar. Banyak petani yang kesulitan mendapatkan modal untuk membeli alat pertanian modern atau mengembangkan usahanya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyediaan fasilitas pendukung, seperti pendampingan teknis dan promosi hasil pertanian lokal.

Salehuddin menyebutkan, langkah konkret diperlukan untuk memastikan sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.

“Kita butuh program pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik bertani, tetapi juga penguasaan teknologi yang relevan. Ini penting agar petani kita bisa lebih produktif dan siap bersaing,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti dampak besar yang bisa dihasilkan dari pengembangan sektor ini.

Dengan SDM yang unggul, pendapatan petani dan pekebun di Kaltim bisa meningkat secara signifikan, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru, terutama di wilayah pedesaan.

Namun, upaya ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan sinergis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Pertanian dan perkebunan harus menjadi tulang punggung ketahanan pangan Kaltim. Dengan kebijakan yang tepat, kita bisa menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular