Jumat, April 4, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Diminta Prioritaskan Kajian Komprehensif untuk Atasi Abrasi di Pesisir Berau

TANJUNG REDEB – Ancaman abrasi di sejumlah pantai di Kabupaten Berau, termasuk Pulau Derawan, Pulau Maratua, dan Kecamatan Biduk-Biduk, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Berau, Sa’ga. Ia menekankan pentingnya kajian menyeluruh sebelum pemerintah daerah memulai pembangunan pengaman pantai untuk menangani dampak abrasi.

Menurut Sa’ga, kajian ini tidak hanya bertujuan memastikan efektivitas solusi teknis tetapi juga mengamankan kehidupan masyarakat yang terancam oleh erosi garis pantai.

“Masalah abrasi harus ditangani dengan serius. Tapi yang lebih penting, keamanan masyarakat pesisir harus menjadi prioritas utama. Kajian diperlukan agar penanganan abrasi tidak bersifat parsial dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Sa’ga.

Ia menyoroti perlunya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam hal penganggaran dan perencanaan. Sa’ga menyebut bahwa dana bantuan keuangan (Bankeu) provinsi telah digunakan sebelumnya untuk mendukung pembangunan penahan abrasi di Kecamatan Maratua dan Biduk-Biduk.

“Pendekatan kolaboratif antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat penting. Kita sudah meminta bantuan provinsi untuk beberapa wilayah, dan ini perlu terus dilakukan untuk menangani wilayah-wilayah lain seperti Pulau Derawan,” jelasnya.

Sa’ga juga menegaskan bahwa bangunan pengaman pantai yang direncanakan harus memperhatikan aspek lingkungan, terutama di kawasan seperti Pulau Derawan yang menjadi habitat penyu.

“Tanggul atau pengaman pantai yang dibangun harus dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu ekosistem lokal, seperti habitat penyu di Pulau Derawan. Jadi, solusinya harus ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambah politisi tersebut.

Ia menekankan bahwa abrasi bukan hanya masalah fisik, tetapi juga ancaman sosial dan ekonomi yang membutuhkan perhatian lintas sektor. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyusun rencana aksi berdasarkan hasil kajian yang dilakukan.

Abrasi yang mengikis pantai-pantai indah Berau memerlukan tindakan cepat, strategis, dan inklusif. Kajian menyeluruh diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya mengamankan garis pantai, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem dan perekonomian masyarakat pesisir.

“Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama. Dengan perencanaan yang baik, diikuti implementasi yang tepat, abrasi dapat dicegah, dan masyarakat pesisir akan merasa lebih aman dan nyaman,” tutupnya. (ADV/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular