TENGGARONG – Sekolah yang nyaman, guru yang berkualitas, dan alat belajar yang memadai. Tiga hal inilah yang kini menjadi fokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Kepala Disdikbud Kukar, Tauhid Aprilian Noor, menyebut bahwa tahun ini pihaknya mengarahkan perhatian penuh pada upaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di bidang sarana dan prasarana sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap sekolah memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif,” tegasnya.
Masalah infrastruktur sekolah selama ini menjadi salah satu tantangan besar di Kukar. Tidak sedikit sekolah yang masih kekurangan ruang kelas, fasilitas sanitasi, hingga akses ke teknologi pendidikan. Disdikbud Kukar mencoba menjawab tantangan itu dengan membenahi sisi fisik sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Peningkatan kapasitas guru juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Melalui pelatihan dan bimbingan teknis, para pendidik di Kukar diberikan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. “Kami berupaya agar guru-guru mendapatkan akses ke pelatihan yang berkualitas,” tambahnya.
Tidak hanya infrastruktur dan guru, siswa juga menjadi perhatian utama. Disdikbud mendorong percepatan peningkatan literasi dan numerasi melalui penyediaan alat peraga pendidikan dan teknologi penunjang. Penggunaan perangkat seperti Chromebook mulai diperkenalkan di beberapa sekolah, sebagai langkah awal transformasi pembelajaran yang lebih interaktif dan digital.
“Kami telah mempersiapkan sarana fisik yang diperlukan agar siswa dapat belajar dengan lebih baik, termasuk alat peraga dan teknologi yang relevan,” jelasnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i