PROBOLINGGO – Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) petang. Kolom abu vulkanik teramati membumbung hingga sekitar 500 meter di atas puncak, memicu peringatan bagi masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi kawasan kawah aktif.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto, mengatakan erupsi terjadi pukul 17.11 WIB. Tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Budi dalam laporan tertulis yang diterima di Probolinggo.
Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan bergerak ke arah barat. Aktivitas tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Bromo pada Level II atau Waspada. Masyarakat di sekitar gunung, pedagang, pendaki, wisatawan, serta pengelola kawasan wisata diminta tidak memasuki area dalam radius satu kilometer dari kawah aktif.
PVMBG juga mengingatkan adanya potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.
“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas,” tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan pihaknya telah menerima laporan aktivitas erupsi tersebut.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mengabaikan arahan petugas, terutama terkait batas aman aktivitas di sekitar Gunung Bromo.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi arahan petugas sesuai dengan rekomendasi batas aman yang sudah direkomendasikan oleh PVMBG,” katanya.(ANT/KN)



