SENDAWAR – Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dihadapkan pada tantangan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Frederick Edwin menegaskan kemajuan daerah tidak boleh hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kampung dan wilayah pelosok.
Penegasan tersebut disampaikan Frederick dalam Rapat Paripurna DPRD Kutai Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat, Rabu (4/11/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kutai Barat, Kompleks Perkantoran Pemkab Kubar, Jalan Sendawar Raya I, Kecamatan Barong Tongkok.
Menurut Frederick, peringatan hari jadi daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus menentukan langkah untuk menghadapi tantangan ke depan.
Selama 27 tahun berdiri, Kutai Barat telah melewati berbagai tahapan pembangunan. Capaian tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu serta kontribusi pemerintah dan masyarakat.
“Semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya, meningkatkan daya saing daerah, serta berperan aktif dalam pembangunan. Kita ingin Kutai Barat semakin maju, tetapi tetap berpegang pada kearifan lokal, menjaga identitas daerah, dan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegas Frederick.
Ia mengatakan peningkatan daya saing daerah perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga persatuan, memperkuat potensi lokal, dan memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara adil.
Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar program pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.
Peringatan HUT ke-27 Kutai Barat tahun ini mengangkat tema “27 Tahun Kutai Barat, Bersama Membangun Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan”.
Frederick menilai tema tersebut mencerminkan arah pembangunan yang harus mengutamakan pemerataan pelayanan, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari bertambahnya fasilitas atau infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh manfaat nyata dari setiap program yang dilaksanakan.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan kerja sama, termasuk dalam mengembangkan potensi daerah dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta nilai budaya masyarakat Kutai Barat.
Frederick berharap momentum hari jadi ke-27 menjadi penguat komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, didampingi Wakil Ketua I Agustinus dan Wakil Ketua II Sepe Martinus.
Hadir pula Wakil Bupati Nanang Adriani, Sekretaris Daerah Erik Victory, anggota DPRD, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, Wakil Ketua TP-PKK Dewi Hairiah Nanang, serta tokoh agama dan masyarakat. (Adv/Diskominfo Kubar)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S



