JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 sebagai wadah pertukaran inovasi dan praktik baik ant perguruan tinggi. Forum yang digelar pada 11–13 November 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, itu akan menghadirkan 48 paparan praktik baik dalam 12 sesi tematik.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan KPPTI menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus penguatan kolaborasi antarkampus untuk meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi bagi masyarakat.
“Tujuan KPPTI adalah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui pembelajaran bersama dan kolaborasi,” kata Khairul dalam taklimat media di Jakarta, Senin (2/11).
Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis”, KPPTI 2026 melanjutkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang menghasilkan Surabaya Message serta lebih dari 100 nota kesepahaman antarkampus.
Pada tahun ini, pembahasan diarahkan pada penguatan kontribusi perguruan tinggi melalui empat pilar, yakni akses, mutu, relevansi, dan dampak.
Khairul menjelaskan, terdapat empat subtema yang akan dibahas, yaitu implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), teknologi digital dan kecerdasan artifisial, kearifan lokal dan ekonomi kerakyatan, serta inklusivitas dan humanisme.
Menurut dia, keberagaman kualitas perguruan tinggi di Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya forum pertukaran gagasan dan pengalaman. Melalui KPPTI, kampus diharapkan dapat saling belajar untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan maupun kepemimpinan.
Selain diskusi dan pemaparan praktik baik, KPPTI 2026 juga akan meluncurkan tiga inisiatif strategis.
Pertama, Digital Maturity Index untuk memetakan tingkat kematangan transformasi digital perguruan tinggi. Kedua, kerangka generatif AI sebagai panduan pemanfaatan kecerdasan artifisial dengan memperhatikan etika dan integritas akademik.
Ketiga, konsorsium rumah sakit pendidikan yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi rumah sakit di lingkungan perguruan tinggi.
Khairul berharap KPPTI tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga mendorong pertukaran pengalaman dan kolaborasi yang berkelanjutan antarkampus.
Melalui forum tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusi dan menghasilkan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat. (ANT/KN)



