KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) siap mengucurkan bantuan keuangan (bankeu) tambahan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk merapikan fasilitas keselamatan di sepanjang jalur semenisasi Anggana-Muara Badak.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, di Kutai Kartanegara, meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim mempercepat koordinasi dengan Pemkab Kukar guna menuntaskan sisa perbaikan fasilitas jalan di jalur pesisir tersebut.
Rudy menekankan infrastruktur pelengkap seperti bahu jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU) harus segera diprioritaskan demi keselamatan pengguna jalan.
“Tolong ditandai lokasi-lokasi yang perlu penanganan. Koordinasikan dan segera duduk bersama untuk merapikan. Kalau mereka (pemkab) tidak bisa tangani, kita wajib bantu, apakah dengan bantuan keuangan atau belanja yang diserahkan,” katanya saat meninjau kawasan Km 12 Anggana-Muara Badak seperti dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan penambahan bahu jalan pada sisi kiri dan kanan jalan beton (rigid pavement) sangat krusial, karena ketinggian permukaan beton rata-rata mencapai lebih dari 30 sentimeter dari permukaan tanah di sekitarnya. Kondisi tersebut rawan memicu kecelakaan jika kendaraan keluar dari jalur utama.
Jalur pesisir Anggana-Muara Badak memiliki total panjang sekitar 47 kilometer. Ruas ini menjadi urat nadi perekonomian strategis yang menghubungkan mobilitas penumpang serta distribusi barang dan jasa antardaerah, mulai dari Kukar, Bontang, Kutai Timur, hingga Berau.
Hingga saat ini, Pemkab Kukar telah memperbaiki jalan sepanjang 23,17 kilometer. Sementara Pemprov Kaltim memberikan dukungan anggaran total sebesar Rp53,53 miliar untuk menangani jalan sepanjang 4,6 kilometer.
Dukungan anggaran dari pemprov tersebut terbagi atas paket bantuan keuangan sebesar Rp44,03 miliar untuk jalan sepanjang 3,7 kilometer dan APBD provinsi senilai Rp9,51 miliar untuk jalan sepanjang 863 meter.
Rudy mengapresiasi kolaborasi antara jajaran Dinas PUPR Pera Kaltim dan Pemkab Kukar dalam memuluskan sebagian besar jalur kabupaten tersebut. Kendati demikian, ia mengingatkan agar fokus pembangunan tidak hanya terpaku pada wilayah pesisir.
Menurut dia, Pemprov Kaltim ke depan juga akan memberikan perhatian besar terhadap peningkatan konektivitas jalan di wilayah pedalaman dan perbatasan, khususnya di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Kami ingin seluruh jalan, baik statusnya provinsi, kabupaten, maupun nasional, berada dalam kondisi mantap guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujar Rudy Mas’ud. (ANT/KN)



