BONTANG – Layanan endoskopi RSUD Taman Husada Bontang telah kembali beroperasi sejak 1 September 2026. Namun, masih banyak pasien yang takut menjalani pemeriksaan saluran pencernaan menggunakan alat berkamera tersebut. Padahal, fasilitas dan peralatan pemeriksaan sudah tersedia. Pihak rumah sakit kini berupaya meningkatkan edukasi agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan lambung maupun gangguan pencernaan berkepanjangan.
Perawat RSUD Taman Husada Bontang, Rini Sofyati, S.Kep., Ns., mengatakan sejauh ini tidak terdapat kendala berarti dalam pengoperasian layanan endoskopi. Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pemeriksaan telah tersedia.
Menurutnya, tantangan justru datang dari kekhawatiran pasien terhadap prosedur tindakan. Sebagian pasien merasa takut ketika mengetahui pemeriksaan dilakukan menggunakan selang berkamera yang dimasukkan ke saluran pencernaan.
“Untuk kendala sejauh ini masih aman. Segala macam alatnya pun sudah terfasilitasi semuanya. Cuma dari pasien yang ingin ke layanan endoskopi masih sebagian besar takut dan banyak bertanya, nantinya bagaimana dan prosesnya seperti apa,” ujar Rini, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, kekhawatiran tersebut umumnya berkaitan dengan rasa tidak nyaman selama pemeriksaan maupun ketidaktahuan pasien mengenai tahapan tindakan.
Karena itu, tenaga medis memberikan penjelasan mengenai prosedur dan persiapan yang harus dilakukan sebelum pasien menjalani endoskopi.
Rini mengatakan pasien rawat jalan dapat memperoleh pembiusan ringan atau sedasi sesuai pertimbangan medis untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan selama tindakan.
Setelah pemeriksaan selesai, pasien akan menjalani pemantauan hingga kondisinya dinilai cukup pulih dan aman untuk meninggalkan rumah sakit.
“Sebagai contoh, pasien rawat jalan setelah dilakukan pembiusan ringan dan prosedur tindakan, pasien bisa langsung bangun dan pulang,” ungkapnya.
Meski demikian, waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan, jenis pemeriksaan, dan obat yang digunakan selama tindakan.
Layanan endoskopi di RSUD Taman Husada mencakup gastroskopi untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas serta kolonoskopi untuk melihat kondisi usus besar dan rektum.
Pemeriksaan tersebut membantu dokter menelusuri penyebab keluhan seperti gangguan lambung berkepanjangan, nyeri perut, maupun buang air besar disertai darah.
Namun, tindakan endoskopi tetap dilakukan berdasarkan hasil konsultasi dan indikasi medis dari dokter, bukan semata-mata atas permintaan pasien.
Rini mengatakan pihak rumah sakit berencana meningkatkan edukasi agar masyarakat memahami manfaat pemeriksaan sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap prosedur yang dijalani.
Menurutnya, pasien yang mengalami gangguan pencernaan berkepanjangan sebaiknya tidak menunda konsultasi medis karena pemeriksaan dapat membantu dokter menentukan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
“Harapan kami melalui layanan ini, masyarakat yang sudah lama mempunyai keluhan mengenai lambung dan pencernaan, jangan takut untuk berobat dan konsultasi ke dokter. Karena alat sudah canggih dan penyakit bisa terdeteksi sehingga mendapatkan obat yang tepat,” jelasnya. (Dwi/Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S



