BONTANG – Kunjungan pasien ke Poli Jiwa RSUD Taman Husada Bontang terus meningkat setiap tahun. Bahkan, hampir setiap hari terdapat pasien baru yang datang untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mental. Namun, peningkatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan semakin banyak warga mengalami gangguan jiwa berat. Kesadaran masyarakat untuk mencari pertolongan medis dinilai turut memengaruhi bertambahnya kunjungan.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dewi Maharni, M.Sc., Sp.KJ., mengatakan peningkatan kunjungan menjadi salah satu perkembangan positif dalam pelayanan kesehatan mental.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan tidak lagi ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional.
“Bisa jadi sekarang masyarakat mulai lebih terbuka. Yang awalnya takut untuk speak up, sekarang mulai berani datang ke Poli Jiwa,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Dewi menjelaskan, meningkatnya jumlah pasien tidak dapat langsung diartikan sebagai peningkatan kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Bontang.
Kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi semakin luasnya informasi dan edukasi kesehatan mental yang diperoleh masyarakat melalui berbagai media.
Selama ini, masih terdapat anggapan bahwa Poli Jiwa hanya melayani pasien dengan gangguan kejiwaan berat. Padahal, layanan tersebut juga terbuka untuk masyarakat yang mengalami keluhan emosional maupun psikologis yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Beberapa keluhan yang dapat dikonsultasikan meliputi kesulitan tidur, perubahan pola makan, kecemasan berlebihan, kesedihan berkepanjangan, hingga kondisi emosi yang sulit dikendalikan.
Keluhan tersebut perlu mendapat perhatian, terutama apabila berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari.
“Gejala kejiwaan itu ada banyak, termasuk gangguan tidur, makan, kecemasan, kesedihan, atau emosi yang tidak stabil. Itu bisa dikontrol dan dikonsultasikan ke Poli Jiwa,” jelasnya.
Menurut Dewi, masyarakat tidak perlu menunggu sampai keluhan yang dialami semakin berat untuk mencari pertolongan.
Konsultasi sejak awal dapat membantu tenaga medis memahami kondisi pasien, melakukan pemeriksaan, serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua keluhan psikologis menunjukkan seseorang mengalami gangguan mental tertentu. Penilaian kondisi pasien tetap memerlukan pemeriksaan oleh tenaga profesional.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan penilaian sendiri hanya berdasarkan gejala yang dirasakan atau informasi yang diperoleh dari media sosial.
Dewi menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan jiwa. Menurutnya, datang ke Poli Jiwa bukan berarti seseorang mengalami gangguan jiwa berat.
Sama seperti pemeriksaan kesehatan fisik, konsultasi kesehatan mental merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis, tanpa merasa malu atau takut mendapat penilaian negatif.
“Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa malu atau takut untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional ketika mengalami masalah kesehatan mental,” bebernya. (Dwi/Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S



