JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mempertahankan langkah agresif dalam memberantas peredaran narkoba, termasuk membongkar jaringan hingga ke bandar besar.
Habiburokhman mengapresiasi langkah Suyudi yang disebutnya turun langsung ke lapangan dalam mengungkap berbagai kasus narkoba pada awal masa kepemimpinannya.
“Kami meminta Polri terus mempertahankan ritme ‘gas pol’ ini, menyikat habis seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya dan para bandar besarnya,” kata Habiburokhman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Menurut dia, penindakan yang dilakukan jajaran kepolisian tidak sekadar menjadi upaya penegakan hukum dan penangkapan pelaku kejahatan. Ia menilai pemberantasan narkoba juga merupakan misi kemanusiaan untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak penyalahgunaan narkotika.
Habiburokhman menilai langkah kepolisian menyasar berbagai mata rantai peredaran narkoba, mulai dari produksi hingga distribusi. Sejumlah operasi yang disorotnya antara lain pengungkapan pabrik narkoba di Pidie, Aceh, serta penindakan terhadap pabrik produksi tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi.
Ia juga menyoroti penggerebekan di sejumlah lokasi yang disebut sebagai kampung narkoba, yang menurutnya selama ini kerap dianggap sulit dijangkau aparat.
Habiburokhman menilai keterlibatan langsung Kapolri dalam memimpin operasi besar dapat menjadi sinyal bahwa negara hadir dalam upaya melawan sindikat narkoba.
“Langkah ini juga otomatis membakar semangat seluruh jajaran kepolisian di daerah untuk bergerak dengan frekuensi dan kecepatan yang sama,” katanya.
Ia berharap jajaran kepolisian di daerah menjaga konsistensi penindakan agar pemberantasan narkoba tidak berhenti pada pengungkapan kasus, tetapi juga menyasar jaringan dan bandar yang berada di balik peredarannya. (MK)
Editor : Nicha R



