BONTANG – Warga Bontang yang mengalami gangguan lambung maupun saluran pencernaan kini memiliki akses pemeriksaan lebih dekat. Layanan endoskopi di RSUD Taman Husada Bontang yang baru beroperasi sekitar dua bulan memungkinkan dokter melihat langsung kondisi bagian dalam saluran pencernaan pasien tanpa harus selalu merujuk pemeriksaan ke luar daerah.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu pengembangan layanan medis RSUD Taman Husada untuk membantu memastikan diagnosis penyakit, terutama pada pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi lambung dan saluran pencernaan.
Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan kehadiran layanan endoskopi memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sebelumnya harus mencari fasilitas pemeriksaan serupa di luar kota.
Menurutnya, alat endoskopi memungkinkan dokter mengamati kondisi bagian dalam organ pencernaan melalui kamera khusus. Hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu menemukan kelainan yang tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan fisik.
“Endoskopi ini sangat membantu karena bisa mendeteksi dan menampilkan kondisi bagian dalam perut, termasuk lambung dan usus. Dari pemeriksaan itu, dokter bisa melihat kondisi yang ada dan hasilnya akan diketahui setelah pemeriksaan,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Endoskopi merupakan prosedur medis menggunakan alat berbentuk selang lentur yang dilengkapi kamera dan sumber cahaya. Gambar dari kamera ditampilkan melalui monitor sehingga dokter dapat memeriksa permukaan bagian dalam saluran pencernaan.
Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengidentifikasi sejumlah kelainan, seperti peradangan, luka pada saluran pencernaan, perdarahan, maupun perubahan jaringan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pada pemeriksaan saluran pencernaan bagian atas atau gastroskopi, dokter dapat melihat kondisi kerongkongan, lambung, dan bagian awal usus halus.
Sementara pemeriksaan usus besar dilakukan melalui prosedur kolonoskopi. Jenis pemeriksaan yang diberikan kepada pasien bergantung pada indikasi medis serta kemampuan layanan yang tersedia.
Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan endoskopi juga memungkinkan pengambilan sampel jaringan atau biopsi apabila dokter menemukan kelainan yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.
Meski demikian, tidak semua keluhan pencernaan harus ditangani menggunakan endoskopi. Dokter terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah prosedur tersebut diperlukan sesuai kondisi pasien.
Tri menjelaskan, tersedianya fasilitas endoskopi di RSUD Taman Husada merupakan bagian dari upaya melengkapi pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan keberadaan alat tersebut, pasien memiliki pilihan untuk menjalani pemeriksaan di Bontang sehingga tidak harus selalu bepergian ke Samarinda atau daerah lain.
Kemudahan ini juga dapat mengurangi kebutuhan perjalanan dan biaya pendukung yang harus dikeluarkan pasien maupun keluarga ketika membutuhkan pemeriksaan di luar kota.
Sebelumnya, Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, menyampaikan bahwa layanan endoskopi menjadi salah satu fasilitas baru yang telah dapat diakses peserta BPJS Kesehatan sesuai ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pelayanan tersebut dapat dimanfaatkan pasien yang memenuhi indikasi medis serta mengikuti prosedur pemeriksaan dan rujukan yang berlaku.
Pengembangan layanan endoskopi juga berlangsung seiring meningkatnya aktivitas pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang.
Berdasarkan data yang sebelumnya disampaikan manajemen rumah sakit, jumlah kunjungan pada 2024 tercatat sekitar 414 ribu dan meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025.
Bertambahnya kebutuhan pelayanan tersebut menjadi salah satu perhatian rumah sakit dalam mengembangkan fasilitas pemeriksaan dan penanganan medis.
Meski baru berjalan sekitar dua bulan, kehadiran layanan endoskopi diharapkan dapat membantu dokter memberikan pemeriksaan yang lebih lengkap kepada pasien dengan keluhan saluran pencernaan.
Tri mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia sesuai kebutuhan medis dan rekomendasi dokter.
“RSUD sudah memiliki alatnya. Semoga masyarakat bisa memanfaatkan dan merasakan manfaat dari layanan ini,” pungkasnya. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



