RSUD Bontang Punya Layanan Kateterisasi Jantung, Perusahaan Diajak Kenali Fasilitas Medis

BONTANG – Tidak semua pasien dengan gangguan jantung harus menjalani pemeriksaan dan penanganan di luar daerah. RSUD Taman Husada Bontang kini memiliki layanan kateterisasi jantung serta sejumlah fasilitas medis penunjang lainnya. Sayangnya, belum seluruh masyarakat mengetahui keberadaan layanan tersebut. Karena itu, manajemen rumah sakit mulai aktif mendatangi perusahaan dan instansi untuk memperkenalkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat, termasuk pekerja perusahaan di Kota Bontang, memiliki informasi lebih lengkap mengenai pilihan pelayanan medis tanpa harus selalu mencari fasilitas kesehatan di luar daerah.

Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., dari Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, mengatakan sosialisasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan di wilayah Bontang.

Menurutnya, masih diperlukan penyampaian informasi mengenai jenis pelayanan, ketersediaan dokter spesialis, serta fasilitas medis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Jadi maksud kami kemarin mengadakan kunjungan ke perusahaan-perusahaan di wilayah Bontang, untuk memperkenalkan ada apa saja di RSUD,” jelasnya, Kamis (22/10/2026).

Lestari menjelaskan, RSUD Taman Husada tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga memiliki sejumlah layanan spesialis dan peralatan medis untuk membantu diagnosis maupun penanganan berbagai penyakit.

Salah satu fasilitas yang diperkenalkan adalah layanan kateterisasi jantung. Prosedur ini dilakukan menggunakan kateter atau selang khusus yang dimasukkan melalui pembuluh darah menuju jantung untuk membantu pemeriksaan maupun tindakan medis tertentu.

Kateterisasi jantung dapat digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah koroner, termasuk mendeteksi penyempitan atau penyumbatan yang berpotensi menyebabkan gangguan aliran darah ke otot jantung.

Pada kondisi tertentu, tindakan kateterisasi juga dapat menjadi bagian dari penanganan penyakit jantung koroner, termasuk tindakan intervensi sesuai indikasi medis dan kemampuan fasilitas yang tersedia.

READ  Gedung C RSUD Bontang Belum Bisa Dibangun, Amdalalin Tuntas tapi Anggaran Masih Disiapkan

Keberadaan layanan tersebut menjadi penting karena penanganan gangguan jantung tertentu membutuhkan pemeriksaan dan tindakan dalam waktu cepat.

Terutama pada kasus serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah koroner, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kerusakan otot jantung dan komplikasi serius.

Karena itu, pasien yang mengalami gejala seperti nyeri dada berat, sesak napas, keringat dingin, atau penurunan kesadaran perlu segera mendapatkan pertolongan medis di instalasi gawat darurat (IGD).

Selain layanan kateterisasi jantung, RSUD Taman Husada Bontang juga memiliki fasilitas endoskopi yang digunakan untuk membantu pemeriksaan organ atau saluran tertentu di dalam tubuh menggunakan alat berkamera.

Layanan tersebut dapat membantu dokter melakukan pemeriksaan lebih mendalam sesuai keluhan dan kondisi pasien.

“Jangan sampai masyarakat belum mengetahui layanan yang tersedia di RSUD. Padahal, fasilitas dan peralatan medis yang kami miliki dapat membantu penanganan berbagai penyakit,” ujar Lestari.

Menurutnya, pengenalan fasilitas medis kepada perusahaan dan instansi pemerintahan juga bertujuan memperluas pemahaman mengenai layanan kesehatan yang dapat diakses pekerja maupun masyarakat umum.

Dengan mengetahui jenis pelayanan yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat lebih cepat menentukan fasilitas kesehatan yang tepat ketika membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis.

Terlebih, dalam kondisi kegawatdaruratan, kecepatan mendapatkan pertolongan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil penanganan pasien.

Lestari menyinggung pentingnya golden period atau periode emas dalam penanganan kondisi medis tertentu, termasuk serangan jantung.

Pada kasus serangan jantung, semakin cepat aliran darah ke otot jantung yang mengalami penyumbatan dapat dipulihkan melalui tindakan yang sesuai, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan jaringan jantung.

Namun, tidak semua pasien dengan keluhan jantung membutuhkan tindakan kateterisasi. Keputusan pemeriksaan maupun tindakan tetap ditentukan dokter berdasarkan kondisi klinis, hasil pemeriksaan, serta indikasi medis.

READ  Kesehatan Mental Tak Boleh Diabaikan, RSUD Bontang Ajak Warga Kenali Gangguan Kejiwaan sejak Dini

Karena itu, masyarakat tetap perlu menjalani pemeriksaan awal agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyakit dan tingkat kegawatdaruratan yang dialami.

Selain memperkenalkan layanan jantung dan endoskopi, RSUD Taman Husada juga terus mengembangkan sejumlah pelayanan spesialis lainnya.

Sebelumnya, manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa layanan urologi telah tersedia dan dapat diakses melalui BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

RSUD Taman Husada juga memiliki Laboratorium Patologi Anatomi untuk membantu memastikan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan sel dan jaringan tubuh, serta pelayanan rehabilitasi medik bagi pasien yang mengalami gangguan fungsi tubuh.

Berbagai layanan tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas kesehatan rumah sakit seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data manajemen RSUD, jumlah kunjungan pada 2024 tercatat sekitar 414 ribu dan meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025.

Sementara itu, jumlah pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan setiap hari mencapai sekitar 400 hingga 500 orang.

Melalui kunjungan ke perusahaan dan instansi, RSUD Taman Husada berharap informasi mengenai fasilitas medis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk pekerja yang membutuhkan pelayanan kesehatan khusus.

Lestari menegaskan, keberadaan layanan medis di Bontang diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih dekat, terutama pada kondisi yang membutuhkan tindakan segera.

“Karena itu, ketersediaan fasilitas dan layanan medis di daerah menjadi hal penting untuk mendukung penanganan pasien secara lebih cepat, termasuk dengan fasilitas dan pelayanan di RSUD sendiri,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img