Ratusan Pasien Berobat Setiap Hari, Aktivitas di RSUD Bontang Capai Ribuan Orang

BONTANG – Kesibukan di RSUD Taman Husada Bontang bukan hanya terjadi di ruang pelayanan medis. Setiap hari, ratusan pasien datang untuk berobat, sementara tenaga kesehatan, pegawai, dan keluarga pasien silih berganti beraktivitas. Tingginya mobilitas tersebut membuat jumlah orang yang berada di lingkungan rumah sakit diperkirakan mencapai ribuan dalam sehari.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengungkapkan jumlah pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan medis setiap hari mencapai 400 hingga 500 orang. Angka tersebut belum termasuk pasien rawat inap maupun keluarga yang mendampingi.

“Untuk rawat jalan sendiri, pasien bisa sampai 400–500 orang per harinya yang datang ke RSUD Taman Husada Bontang. Itu belum lagi dengan pasien rawat inap dan jumlah karyawannya,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Suhardi, tingginya kunjungan pasien membuat aktivitas pelayanan di lingkungan rumah sakit berlangsung cukup padat. Apalagi, RSUD Taman Husada memiliki sekitar 580 karyawan yang menjalankan berbagai fungsi pelayanan, mulai dari tenaga medis, keperawatan, hingga administrasi dan penunjang.

Dengan sistem kerja bergantian dalam tiga sif, secara sederhana jumlah pegawai yang bertugas dapat mencapai sekitar 200 orang pada setiap sif. Namun, jumlah sebenarnya menyesuaikan jadwal dan kebutuhan masing-masing unit pelayanan.

“Dengan tingginya mobilitas pasien, keluarga pasien, tenaga medis, serta pegawai, jumlah orang yang beraktivitas di lingkungan RS setiap harinya mencapai ribuan,” jelasnya.

Padatnya aktivitas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen rumah sakit, terutama dalam memastikan pelayanan tetap berjalan lancar tanpa mengurangi kenyamanan pasien.

Pengaturan alur kedatangan, ketersediaan ruang tunggu, akses kendaraan, hingga fasilitas parkir menjadi bagian yang harus diperhatikan seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data yang sebelumnya disampaikan pihak RSUD, jumlah kunjungan sepanjang 2024 tercatat sekitar 414 ribu. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025, atau bertambah sekitar 91 ribu kunjungan dalam setahun.

READ  Kesehatan Mental Tak Boleh Diabaikan, RSUD Bontang Ajak Warga Kenali Gangguan Kejiwaan sejak Dini

Kenaikan hampir 22 persen itu menunjukkan semakin tingginya aktivitas pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya pengembangan fasilitas rumah sakit.

Salah satu persoalan yang saat ini dihadapi adalah keterbatasan kapasitas parkir. Pada waktu tertentu, area parkir mobil di dalam kawasan RSUD penuh sehingga sebagian kendaraan pengunjung harus mencari tempat di luar rumah sakit.

Untuk menata kondisi tersebut, manajemen RSUD telah menyiapkan penerapan sistem parkir berbayar mulai awal November 2026. Kebijakan itu diharapkan membantu meningkatkan ketertiban penggunaan lahan parkir tanpa menghambat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, Suhardi memastikan tingginya jumlah pasien tetap diimbangi dengan upaya menjaga kelancaran pelayanan, termasuk pada bagian farmasi.

Menurutnya, waktu tunggu pengambilan obat terus diupayakan agar tidak terlalu lama. Untuk obat racikan, misalnya, pasien umumnya membutuhkan waktu sekitar satu jam sebelum obat dapat diterima.

“Untuk pasien yang menunggu obat juga tidak perlu terlalu lama. Semisal obat racikan, paling tidak menunggu kurang lebih satu jam,” jelasnya.

Waktu penyediaan obat dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis obat, tingkat kerumitan racikan, serta jumlah resep yang harus dilayani petugas farmasi.

Pelayanan farmasi sendiri menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengobatan pasien rawat jalan. Karena itu, pengaturan antrean dan ketepatan penyiapan obat perlu terus diperhatikan agar pasien tidak harus menunggu terlalu lama setelah menjalani pemeriksaan.

Dengan kunjungan rawat jalan mencapai 400–500 pasien setiap hari, RSUD Taman Husada Bontang terus berupaya menyeimbangkan tingginya kebutuhan pelayanan dengan kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung.

Manajemen rumah sakit berharap pengelolaan pelayanan yang semakin tertata dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat, sekaligus memastikan pasien tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal di tengah tingginya aktivitas harian RSUD. (Dwi/Adv)

READ  Layanan CT-Scan RSUD Bontang Ditutup sejak 26 Oktober, Belum Ada Kepastian Kapan Beroperasi Lagi

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img