JAKARTA – Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8,01 persen yang memicu penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) mendorong DPR RI turun tangan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), untuk meminta otoritas bursa terus membenahi pasar modal, termasuk merespons masukan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dasco datang bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dalam konferensi pers di BEI, ia menegaskan perlunya perbaikan berkelanjutan agar persoalan di pasar modal dapat ditangani secara serius.
“Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Dasco.
Menurut Dasco, BEI dan OJK sebenarnya telah menjalankan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti evaluasi pasar modal. Namun, perkembangan terbaru dari MSCI muncul sebelum jadwal peninjauan yang sebelumnya diperkirakan berlangsung pada November.
Ia menyebut MSCI telah mengeluarkan semacam tinjauan pada Jumat dini hari waktu Indonesia Barat (WIB), sehingga perkembangan tersebut perlu segera dicermati oleh otoritas terkait.
“Sebenarnya bahwa bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November tetapi kemudian dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut,” ujarnya.
Dasco menegaskan, masukan dari lembaga pemeringkat atau penyedia indeks internasional perlu diakomodasi sebagai bagian dari upaya pembenahan pasar modal Indonesia.
Untuk merespons situasi tersebut, DPR pada Jumat juga menggelar rapat koordinasi bersama BEI, OJK, Danantara, dan pihak kepolisian. Masing-masing pihak diharapkan memberikan penjelasan sesuai tugas dan kewenangannya.
“Semua pihak akan memberikan keterangan sesuai dengan porsi masing-masing,” kata Dasco.
Sebelumnya, IHSG mengalami tekanan tajam pada pembukaan perdagangan Jumat. Indeks dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke level 5.393,92, sehingga perdagangan dihentikan sementara sesuai mekanisme trading halt.
Indeks LQ45 yang mencerminkan pergerakan 45 saham unggulan juga merosot 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.
Tekanan pasar muncul setelah MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Rencana tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia. Perkembangan ini juga menambah tekanan terhadap IHSG di tengah kekhawatiran mengenai kualitas dan transparansi pasar.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya memperingatkan potensi pelemahan lanjutan apabila sejumlah level teknikal penting ditembus.
Menurut analisisnya, jika level support 5.828 terlewati, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi untuk menutup celah harga di area 5.805–5.744 dan 5.704–5.695. Level 5.700 menjadi support psikologis berikutnya.
Apabila level tersebut turut ditembus, IHSG berisiko melemah lebih dalam menuju area 5.300, yang merupakan level terendah sebelumnya.
Perkembangan pasar modal dan tindak lanjut atas konsultasi MSCI kini menjadi perhatian pemerintah, regulator, dan DPR untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat tata kelola perdagangan saham di Indonesia. (ANT/KN)



