Drop-off di RSUD Taman Husada Bontang Gratis, Ojol Tak Kena Retribusi Parkir

BONTANG – Kebijakan parkir berbayar di RSUD Taman Husada Bontang yang dijadwalkan berlaku mulai awal November 2026 tidak akan membebani kendaraan yang hanya mengantar atau menjemput pasien. Kendaraan dengan sistem drop-off, termasuk ojek online (ojol), dipastikan mendapat toleransi dan tidak dikenakan retribusi parkir.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, menegaskan tidak semua kendaraan yang memasuki kawasan rumah sakit otomatis dikenakan tarif parkir. Pengecualian diberikan bagi kendaraan yang hanya berhenti sementara untuk menurunkan atau menjemput penumpang.

“Semisal sistem kendaraan hanya drop-off, tidak mungkin kami menarik retribusi. Sama halnya dengan teman-teman ojol, kan tidak mungkin. Intinya siapa pun yang melakukan sistem drop-off pasti kami kasih toleransi,” tegasnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Suhardi, mekanisme pengecualian tersebut masih perlu dimatangkan agar penerapan parkir berbayar tidak menyulitkan masyarakat, terutama keluarga pasien yang hanya mengantar atau menjemput tanpa memarkirkan kendaraan dalam waktu lama.

“Jadi intinya, tidak seluruhnya yang masuk wilayah RSUD harus berbayar. Itu semua sudah kami pikirkan,” tambahnya.

Adapun tarif parkir yang disiapkan RSUD Taman Husada sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil. Sistem yang diterapkan tidak menggunakan tarif progresif maupun perhitungan berdasarkan durasi parkir.

Artinya, pengunjung cukup membayar satu kali sesuai jenis kendaraan tanpa tambahan biaya berdasarkan lamanya kendaraan berada di area parkir.

Meski demikian, pengaturan teknis bagi kendaraan drop-off masih menjadi bagian dari persiapan pihak rumah sakit. Mekanisme tersebut diperlukan agar kendaraan yang hanya mengantar atau menjemput pasien dapat dibedakan dengan kendaraan yang menggunakan fasilitas parkir.

Penerapan parkir berbayar ini sebelumnya direncanakan berlangsung sejak Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya tertunda karena kesiapan lahan dan sejumlah fasilitas pendukung belum sepenuhnya rampung.

READ  Endoskopi RSUD Bontang Gunakan Kamera HD, Bisa Deteksi Tumor hingga Perdarahan Saluran Pencernaan

Saat ini, pihak rumah sakit masih menyelesaikan persiapan sistem parkir, termasuk penambahan palang otomatis untuk kendaraan roda empat dan pengaturan akses keluar masuk kendaraan.

Penataan parkir tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak rumah sakit, jumlah kunjungan pada 2024 tercatat sekitar 414 ribu. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025.

Dengan demikian, terdapat penambahan sekitar 91 ribu kunjungan atau meningkat hampir 22 persen dalam setahun.

Peningkatan jumlah kunjungan tersebut membuat pengelolaan area parkir menjadi salah satu kebutuhan penting. Selain menjaga ketertiban kendaraan, penataan diharapkan dapat memastikan akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan tetap lancar.

Terlebih, aktivitas kendaraan di lingkungan rumah sakit tidak hanya berasal dari pasien dan pengunjung yang memarkirkan kendaraan, tetapi juga ambulans, kendaraan pengantar pasien, serta layanan transportasi online.

Karena itu, penerapan parkir berbayar diharapkan tidak menghambat mobilitas masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam kondisi mendesak.

“Maka dengan kebijakan toleransi drop-off ini, kami RSUD Taman Husada berupaya menyeimbangkan penataan parkir dan kenyamanan masyarakat yang datang, untuk mendapatkan layanan kesehatan,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img