Menkeu: Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Tarik Investor Asing

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengandalkan kredibilitas fiskal dan disiplin pengelolaan anggaran untuk menarik investasi asing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu komitmen yang ditegaskan adalah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sembari tetap memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut dalam agenda Investor Meeting yang diselenggarakan Deutsche Bank di Bangkok, Thailand. Menurut dia, kebijakan fiskal harus tetap responsif terhadap tekanan global tanpa mengorbankan ketahanan keuangan negara dalam jangka panjang.

“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” kata Suahasil dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Suahasil mengatakan, investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan pertumbuhan investasi mencapai 7 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong sinergi kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta.

“Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang melalui sejumlah strategi.

Strategi pertama adalah memperkuat kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan kondisi ekonomi dan arah kebijakan kepada pasar serta investor secara terpadu.

Strategi kedua adalah menjaga disiplin dan integritas pasar. Menurut Suminto, langkah tersebut penting untuk mendorong terbentuknya pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.

READ  Status Siaga, Semeru Keluarkan Awan Panas Guguran Hingga 4 Kilometer

“Hal ini penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid,” ujar Suminto.
Strategi ketiga adalah memperdalam pasar keuangan dengan memperkuat peran investor institusional maupun investor ritel domestik.

Suminto mengatakan, penguatan basis investor dalam negeri diharapkan membuat pasar keuangan Indonesia tidak hanya semakin aktif dan likuid, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi dinamika keuangan global.

Melalui penguatan kredibilitas fiskal, stabilitas ekonomi, dan pendalaman pasar keuangan, pemerintah berupaya membangun kepercayaan investor sebagai salah satu penopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan investasi pada 2027. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img